Ketimbang Lockdown, Negeri Ginseng Pilih Kebijakan Baru Ini

Seoul, Akuratnews.com - Alih-alih memilih lockdown, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dikabarkan bersiap mengambil kebijakan baru di tengah pandemi virus Corona. Kebijakan ini menyusul kebijakan sebelumnya yakni menggelar tes massal.

Kabar terbaru menyebutkan, pemerintah negeri Ginseng ini akan memberikan bantuan berupa uang tunai kepada warganya mulai bulan depan. Keputusan itu diambil sebagai imbas dari kondisi ekonomi yang terguncang akibat Covid-19.

Nantinya, setiap keluarga akan diberikan hingga 1 juta won (Rp 13 juta). Kebijakan ini tak berlaku bagi 30 persen populasi warga yang berpenghasilan tinggi.

Lazimnya, insentif seperti ini diberikan kepada warga yang negaranya menerapkan lockdown. India misalnya, yang memberikan sembako gratis kepada warga miskin.

Hingga Senin (30/3), 9.583 orang di Korsel dinyatakan positif Corona. Akan tetapi, tingkat kematian mereka begitu rendah dengan 158 orang dan 5.228 telah sembuh.

Korsel sejatinya merupakan salah satu negara dengan tingkat positif Corona tertinggi di Asia. Akan tetapi, mereka lebih memilih melakukan tes massal ke puluh ribu warganya per hari dan tak melakukan lockdown.

Presiden Korsel, Moon Jae-in mengatakan pihaknya tengah menyiapkan anggaran tambahan untuk dimintai persetujuan parlemen pada bulan depan.

“Saat ini, masyarakat tengah menderita akibat virus Corona dan mereka pantas diberikan bantuan dan partisipasi dalam upaya pencegahan. Pemerintah wajib menyediakan kekuatan finansial dari guncangan ekonomi seperti ini,” ucap Moon sepertu dilansir dari Reuters, Senin (30/3).

Paket kebijakan baru itu merupakan bagian dari serangkaian langkah yang telah diambil pemerintah untuk meredakan tekanan pada stabilitas ekonomi Korsel akibat Corona. Sebelumnya, kebijakan yang telah diambil mulai dari pemotongan suku bunga hingga menambah anggaran.

Pemerintah Korsel juga mengambil tindakan tegas dengan melakukan karantina mandiri selama dua pekan bagi para pelancong dari luar negeri. Melanggar regulasi ini akan dipenjara selama setahun atau denda hingga senilai Rp133 juta.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga