Ketua DPR: Laju Kenaikan Harga Beras Medium Harus Segera Dihentikan

Jakarta, Akuratnews.com - Memasuki pekan kedua November 2018, terjadi kenaikan harga beras medium akibat turunnya volume pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Para pedagang beras mengkonfirmasi bahwa persentase terbesar dari stok di pasar saat ini adalah beras premium yang biasanya dikonsumsi kalangan menengah atas.

"Laju kenaikan harga beras medium harus segera dihentikan agar masyarakat kelas menengah bawah tidak dirugikan," kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/11/2018).

Sebagai regulator, tim ekonomi Kabinet Kerja bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) menurutnya harus segera memastikan kecukupan volume beras medium sesuai permintaan pasar. "Masalah ini harus disikapi dengan sangat serius, karena 70 persen dari konsumsi masyarakat kelas menengah-bawah adalah beras medium," tukas Bamsoet.

Pihaknya berharap Pemerintah bersama Bulog segera mengguyur pasar dengan memanfaatkan stok beras medium di gudang Bulog yang saat ini mencapai 2,7 juta ton.
Mendekati akhir tahun 2018, ujar Bamsoet, Pemerintah dan Bulog perlu bekerja lebih keras dalam menjaga stok beras agar harga terkendali.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah membenarkan kenaikan harga beras medium akibat anomali penggilingan beras medium menjadi premium. Karena anomali itu, terjadi kelangkaan beras medium di pasar.

Akibatanya, pada beberapa pasar tradisional, dilaporkan bahwa harga beras medium sudah mencapai Rp 11.000 per kilogram. Padahal, per September 2018, harga beras medium masih di kisaran Rp 9.310 per kilogram. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga