oleh

Ketua DPR “Pamer” Prestasi di Jambore FKPPI

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan sejak menjabat, dirinya mencoba berbagai terobosan. Ia mengklaim RUU yang lebih dari dua tahun tidak selesai akhirnya dapat diselesaikan dalam jangka waktu 2 minggu, seperti RUU Terorisme.

Bamsoet, sapaan akrabnya, menuturkan tinggal satu lagi RUU yang akan menjadi legacy DPR RI periode ini, yaitu RUU KUHP. “Insya Allah jika seluruh stake holder telah setuju, akan jadi kado terindah peringatan 74 Tahun Kemerdekaan Indonesia,” ujar Bamsoet saat mengisi diskusi bertajuk ‘Memperkuat Peran dan Fungsi Lembaga Legislatif untuk Kepentingan Rakyat’ dalam acara Jambore Bela Negara FKPPI di Jakarta, Minggu (9/12/18).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, dalam sebuah pembahasan RUU, ada kalanya semua Fraksi sudah setuju terhadap RUU, namun Pemerintah belum setuju. Begitupun sebaliknya.

Karenanya, pembahasan RUU memerlukan manajemen dan seni tersendiri. “Terlepas dari dinamika politik yang ada, dalam penyusunan RUU, DPR RI bersama pemerintah selalu menyesuaikan dengan tiga faktor yang menjadi landasan. Landasan filosofis yang mengacu pada Pancasila, landasan yuridis berupa UUD 1945, serta landasan sosiologis dengan memperhatikan aspirasi dan rasa keadilan yang hidup di masyarakat,” terang Bamsoet.

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, ada empat indikator utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Penyusunan APBN selalu difokuskan untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, mengatasi kesenjangan serta meningkatkan indeks pembangunan manusia. Sebagai salah satu contoh terobosan, DPR RI selalu mendukung peningkatan alokasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), yang pada tahun 2019 ini jumlahnya mencapai Rp 826,8 triliun,” ucap Bamsoet.

Sedangkan untuk mendongkrak partisipasi rakyat dalam mengawasi kinerja anggota dewan, lanjut Bamsoet, DPR RI telah membuat aplikasi DPR NOW yang bisa di download di smartphone setiap orang. Siapapun kini menurutnya bisa memantau apa yang dilakukan DPR RI dari detik ke detik secara real time.

“Konsep DPR RI dalam Genggaman Rakyat melalui aplikasi DPR NOW akan memudahkan rakyat memantau para wakilnya di Parlemen, lebih mudah dibanding memantau pasangan masing-masing. Silakan download dan nikmati berbagai fitur didalamnya,” kata Bamsoet.

Pihaknya menyatakan DPR RI akan terus membuka diri dengan mengadakan Lomba Kritik DPR pada peringatan HUT DPR ke-73 bulan Agustus lalu. Lomba Kritik DPR tersebut diwujudkan dalam bentuk essay, meme serta stand up komedi.

“Ini langkah baru dari DPR RI agar lebih terbuka dan semakin dekat dengan rakyat. Biasanya DPR RI yang mengkritik pemerintah, sekarang DPR RI yang dikritik langsung oleh masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI-Polri Indonesia (FKPPI) diikuti sekitar 1.350 kader dari berbagai daerah dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Desember 2018. Hadir sebagai pembicara lain pada hari ini Asrena Kapolri Irjen Pol Gatot Eddy Pramono. (Ysf)

Loading...

Komentar

News Feed