Dinilai Pentingkan Pribadi dan Bupati

Ketua DPRD Sinjai Dimosi Tidak Percaya 20 Anggota dari 8 Fraksi

Jumpa pers 8 fraksi terkait mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/Akuratnews.

AKURATNEWS - Puluhan Anggota DPRD Kabupaten Sinjai melayangkan mosi tidak percaya kepada Jamaluddin, selaku Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Pernyataan mosi tidak percaya itu dilayangkan 20 anggota DPRD Sinjai yang terdiri dari 8 fraksi, terkecuali Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang tak lain adalah fraksi dari Ketua DPRD Sinjai.

Dihadapan media, A Zainal Iskandar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili 7 fraksi lainnya menyampaikan bahwa mosi tidak percaya dilayangkan lantaran Ketua DPRD Sinjai dinilai tidak mampu melakukan koordinasi dengan baik kepada pemerintah.

Malahan, kata Zainal, Ketua DPRD hanya mampu mengkoordinasikan kepentingan pribadinya dengan mengabaikan kepentingan anggota DPRD dan institusi DPRD Sinjai.

"Ketua DPRD yang seyogyanya mampu menjadi jembatan dengan pemerintah daerah, mengingat peran DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah sekaligus sebagai wakil rakyat," ungkap Zainal didampingi 7 fraksi yang hadir di ruang rapat DPRD Sinjai, Kamis (30/3/2022).

Zainal menegaskan, mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Jamaluddin itu ditandai tidak adanya dana operasional di sekretariat DPRD, sehingga tidak mampu memfasilitasi anggota DPRD dalam menjalankan fungsinya sesuai dengan kedudukannya.

Selain itu, pokok-pokok pikiran DPRD yang diakui keberadaannya dalam peraturan perundang-undangan sebagai tindaklanjut dari aspirasi rakyat tidak dapat terakomodir dengan baik karena terkesan diotak-atik oleh ketua DPRD yang bekerjasama dengan BAPPEDA hanya untuk memenuhi kepentingan politik pribadinya yang bisa berdampak stigma politik anggota DPRD yang lain.

"Anggota DPRD tidak dapat secara efektif menjalankan fungsinya sesuai dengan kedudukannya, sebab dana operasional DPRD sangat nihil. Ini bukti ketidakmampuan ketua DPRD melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah," tegasnya.

Zainal menyebut, ketua DPRD lebih cenderung menjadi wakil bupati daripada menjadi pimpinan, karena segala keinginan bupati senantiasa diperjuangkan dan bahkan dipaksakan menjadi keputusan DPRD.

"Untuk itu, sejak sikap mosi tidak percaya ini ditandatangani, maka Jamaludin tidak diperkenankan lagi memimpin rapat-rapat DPRD. Nantinya jika tetap ingin pimpin rapat, saat itu kita tidak akan ikut rapat," pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sinjai Jamaluddin yang ditemui di ruang kerjanya membantah dan mengaku heran terhadap mosi tidak percaya yang ditujukan kepadanya.

"Kan ini lucu namanya. Seharusnya mereka komunikasikan dulu kepada saya dimana letak kesalahannya. Jika anggap dahulukan kepentingan pribadi saya, mana buktinya?. Apa yang dituduhkan sama sekali tidak berdasar dan tidak benar adanya," katanya.

Penulis: Ashari

Baca Juga