Bahaya BPA

Ketua Komnas PA Dukung BPOM Soal Pelabelan Galon Guna Ulang

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kembali menegaskan bahwa soal rencana BPOM memberi label pada galon guna ulang BPA murni pertimbangan kesehatan.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kembali menegaskan bahwa soal rencana BPOM memberi label pada galon guna ulang BPA murni pertimbangan kesehatan.

AKURATNEWS - Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kembali menegaskan bahwa soal rencana BPOM memberi label pada galon guna ulang BPA murni pertimbangan kesehatan.

Menurut Arist Merdeka Sirait saat dihubungi melalui saluran pribadi pada Selasa, 28 Desember 2021 lalu secara tegas menyampaikan Komnas Perlindungan Anak mendukung dan siap mengawal BPOM yang merevisi Peraturan Kepala BPOM No 31/2018 seperti yang disampaikan Kepala BPOM Penny K Lukito pada Minggu, 26 Desember 2021 lalu.

Menurut Arist, apa yang dilakukan BPOM sudah tepat. Dengan melakukan revisi Peraturan Kepala BPOM dan mewacanakan akan memberi label Free BPA pada galon guna ulang yang berbahan polycarbonat menunjukkan BPOM telah menjalankan apa yang diamanatkan oleh SNI 3553:2015 air mineral. Standar Nasional Indonesia (SNI) Air Mineral ini merupakan revisi SNI 01-3553:2006, air minum dalam kemasan.

Standar ini dirumuskan dengan tujuan sebagai berikut: Menyesuaikan standar dengan perkembangannya teknologi terutama dalam metode uji dan persyaratan mutu.

Kedua menyesuaikan standar dengan peraturan-peraturan baru yang berlaku. Ketiga Melindungi kesehatan dan kepentingan konsumen.

"Komnas Perlindungan fokus pada kesehatan dan perlindungan anak-anak. Ini murni masalah kesehatan. Di negara manapun, semua industri pasti mengutamakan kesehatan. Apalagi menyangkut pangan. Apalagi ini menyangkut bayi, balita dan janin sebagai penerus keberlangsungan hidup berbangsa," tandas Ketua Komnas PA tersebut.

"Sekali lagi yang menjadi fokus Komnas PA adalah perlindungan anak. Dan masalah kesehatan bayi, balita dan janin pada ibu hamil," terang Arist.

Beberapa waktu lalu dalam berbagai kesempatan Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar juga mengatakan betapa bahayanya BPA.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Irish
Editor: Editor

Baca Juga