Ketua Laksi Jakarta Azmi Hidzaqi: Menag Fachrul Razi Sangat Responsif Jalankan Instruksi Presiden Untuk Tangkal Paham Radikalisme

Di tengah kebimbangan dan keraguan publik atas kinerja Menteri Agama Fachrul Razi, justru Menteri Agama yang berasal dari kalangan militer ini sangat responsif menjalankan instruksi Presiden Jokowi untuk menangkal paham radikalisme.

Jakarta, Akuratnews.com - Fachrul Razi memang baru beberapa bulan ini menjalankan jabatannya sebagai
Menteri Agama Republik Indonesia pasca dilantik oleh Presiden Jokowi.

Kendati belum 100 hari menjalani jabatannya di Kementerian Agama RI, Jenderal TNI Purnawirawan Fachrul Razi justru sangat responsif menjalankan instruksi Presiden Jokowi untuk menangkal paham radikalisme yang belakangan ini cukup meresahkan masyarakat.

Fachrul Razi langsung tancap gas bekerja untuk menjawab keraguan publik kepadanya, terutama dalam kaitan dengan instruksi Presiden Jokowi dalam menangkal paham radikalisme.

"Pasca ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Mentri Agama yang baru, Fachrul Razi langsung tancap gas bekerja untuk menjawab keraguan publik kepadanya. Sesuai arahan presiden Jokowi meminta Mentri Agama dapat meredam gerakan dan paham radikalisme di Indonesia, Fachrul Razi berkomitmen di usianya sekarang hanya untuk mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa dan tanah airnya." ujar Ketua Lembaga Advokasi Kajian Strategi (Laksi) Jakarta Azmi Hidzaqi kepada Akuratnews, Rabu (4/12/2019).

Menurut Azmi, Menag langsung menjalankan instruksi presiden dengan melakukan berbagai langkah terobosan dan gebrakan yang sangat berani meskipun tidak populer di sebagian orang.

Acap kali kebijakannya selalu menuai kritik dan kecurigaan banyak kalangan. Tetepi ini dikerjakan oleh Fachrul Razi semata- mata untuk menjaga agama dan negara dari ancaman radikalisme.

"Komitmen Fachrul Razi terhadap NKRI sangat kuat sehingga beliau selalu bicara dengan lantang tentang ancaman paham radikalisme, keberanian Fachrul Razi dalam menjalankan kebijakan di kementrian agama patut di apresiasi dan di dukung penuh oleh masyarakat. Walaupun dinilai kurang populer dan menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat, tetapi semangat itu tidak pernah padam. Menag terus berjuang untuk meyakinkan publik agar bangsa ini sadar akan ancaman paham radikalisme." lanjut Azmi.

Masih kata Azmi, apa yang dilakukan Fachrul Razi merupakan agenda besar untuk menciptakan peradaban bangsa ke arah yang lebih baik dan membangun moralitas umat beragama.

"Selain itu juga di tuntut menjadikan kementrian agama sebagai pelayan dan pembinaan bagi pemeluk agama." imbuh Azmi.

Kata Azmi, Menag Fachrul Razi sangat bertanggung jawab dengan arah dan program kerja Kementrian Agama yang telah di susun dengan jajarannya.

"Kami yakin bahwa Fachrul Razi dapat menjalankan arah dan intruksi presiden, Fachrul Razi saat ini dinilai banyak melakukan pembenahan dan penataan di Kementrian Agama. Beliau membuat terobosan baru dengan melakukan berbagai langkah kebijakan yang positif dan berdampak pada kesadaran publik dan harmonisasi hubungan agama dan negara, penataan kebijakan ini haruslah di dukung juga oleh jajaran pejabat eselon 1 di Kemenag agar dapat terimplementasi dengan tepat sasaran. " terang Azmi lagi.

Menurut Azmi, apa yang dilakukan Mentri Agama sangat membantu pemerintahan Jokowi, termasuk soal rekomendasi FPI yang sempat viral.

"Sebenarnya tidak ada yang salah dari Mentri Agama, karena sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang harus di lakukan oleh Mentri Agama dalam memberikan masukan dan pembinaan kepada ormas islam, jadi tidak ada yang salah dari Menteri Agama karena mengenai perpanjangan izin ormas sebenarnya aadalah kewenangan Mendagri." pungkas Azmi.

Menurut Azmi, pernyataan Guntur Romli dari partai PSI di berbagai media yang menganggap Mentri Agama takut dengan FPI adalah sebuah kesalahan besar.

"Karena Mentri agama sebagai kementrian yang mengurusi semua agama punya kewajiban melakukan pembinaan kepada ormas Islam. Selain itu Fachrul Razi terbiasa melakukan pendekatan dengan semua ormas agar dapat merangkul semua komponen bangsa." tukas Amzi.

Sementara itu terkait kinerja sejumlah ASN di Kemenag pada level atas, Azmi meminta kepada Menteri Agama supaya dapat mengganti pejabat eselon satu yang sudah terlalu lama menjabat.

"Karena dengan lamanya para dirjen menjabat di eselon satu kami menilai sudah tidak efektif lagi kerjanya. Selain itu perlunya regenerasi karier pejabat baru untuk mengganti pejabat eselon satu, ini penting mengingat perlunya penyegaran di birokrasi dan organisasi di kemenag, kami berharap Menteri Agama dapat melakukan pembenahan eselon satu dengan mengangkat pejabat baru yang lebih muda agar adanya perubahan mendasar di birokrasi Kemenag." tutup Azmi.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga