Ketua PPMM Sayangkan Puan Maharani belum berikan Klarifikasi

Ketua Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) David
Ketua Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) David

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) David menyatakan bahwa tindakannya yang telah melaporkan Ketua DPR Puan Maharani ke Bareskrim Mabes Polri terkait pernyataan Puan “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila”, adalah hak konstitusi WNI.

Pernyataan David yang disampaikannya pada program Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One baru-baru ini, rupanya mendapat respon dari beberapa narasumber lain.

David mengutip respon nara sumber tersebut bahwa dirinya sebagai pemuda Minang, seharusnya tabayun terlebih dahulu ke Puan Maharani.

"Diantara yang mengatakan demikian adalah pengamat politik Irma Chaniago dan politisi Arteria Dahlan." ujar David dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (13/9).

David lantas mengatakan jika dia percaya bahwa tabayun adalah penyelesaian yang terbaik untuk mengklarifikasi maksud sebenarnya pernyataan Puan Maharani.

"Ini seperti yang disarankan para tetuah yang menjadi narasumber di ILC tersebut, saya selaku perwakilan Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) pun mencoba melakukan itu. Namun yang saya dan para pemuda Minang lain sayangkan, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut terkait tabayun seperti yang disarankan. Bahkan Arteria yang menyarankan saya untuk melakukan itu, beberapa kali saya hubungi juga tidak menjawab." Ungkap David.

Masih kata David, saat ini para pemuda Minang yang tergabung di PPMM mempertanyakan definisi tabayun.

"Karena hingga saat ini Puan tidak memberikan klarifikasi apapun dan dimana pun terkait pernyataannya. Sedangkan kami tengah menunggu klarifikasi itu." Imbuh David.

Apa yang terjadi pada Puan Maharani terhadap masyarakat Sumbar, David menjelaskan bagaimana pula yang terjadi pada wartawan senior Hasril Chaniago.

Seperti diketahui, Wartawan Hasril Chaniago belum lama ini menuding politisi Arteria Dahlan adalah seorang cucu pendiri PKI Sumbar.

Setelah pernyataan itu disampaikan Hasril, sejumlah media menulis kalau Arteria akan melaporkan pernyataan tersebut ke pihak berwajib.

"Tapi yang terjadi, Hasril langsung membuat pernyataan klarifikasi dan meminta maaf. Dan permintaan maaf Hasril diterima oleh Arteria. Ia juga berjanji akan bicara dengan keluarga untuk hentikan upaya hukum." Jelas David.

Kata David, sungguh indah dengan tabayun. Yang tua meminta maaf kepada yang muda, yang muda pun memaafkan yang tua.

"Itulah orang Minang. Kalau ada yang merasa tersinggung, tak peduli lebih tua atau lebih muda, akan cepat meminta maaf dan yang lain cepat pula memaafkan." Katanya menjelaskan budaya maaf memaafkan masyarakat Minangkabau.

"Semoga pula tabayun kedua orang yang saya hormati tersebut tidak melupakan persoalan awal, bahwa ucapan “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila” masih harus ditabayuni." Lanjut David.

Pada ILC yang tayang tanggal 8 September 2020, David menceritakan perihal ucapan Arteria yang mengutip perkataan Puan Maharani, bahwa dirinya tak dipermasalahkan menempuh jalur hukum dalam kaitan statemen Puan yang menuai polemik di tengah masyarakat Minangkabau.

“David itu adik saya, baik buruknya David itu baik buruknya saya, gak apa apa David seperti itu, itu kan David mempergunakan jalur hukum, kanalnya konstisional," ucap Arteria Dahlan mengutip perkataan puan Maharani yang di sampaikan di acara ILC kala itu.

"Berdasarkan itu sebagai adiknya Puan Maharani, saya ingin jumpa dengan uni saya dan akan memperjelas posisi statment uni saya “ ujar David lagi.

Wacana untuk mendatangi Dewan Pers untuk meminta rekomendasi untuk memenuhi kelengkapan pelaporan ke kepolisian sempat mencuat.

"Beberapa dari kami berasumsi jika rekomendasi dewan pers kami dapat, maka pelaporan saya akan diterima pihak kepolisian. Namun saya rasa lebih elok kalau bertabayun. Masyarakat Sumatera Barat masih menunggu tabayun Uni Puan Maharani. Sambil menunggu, kami masih mendiskusikan upaya memohon bantuan Mahkamah Kehormatan Dewan menjadi mediator kami untuk bertabayun." Tutup David.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga