Ketua Seknas Prabowo-Sandi: Gerakan Emak-emak Adalah Jihad Politik

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, M Taufik mengatakan, bahwa pemilihan umum (Pemilu) yang akan digelar pada 2019 yang akan datang merupakan Pemilu emak-emak.

"Saya pikir Pemilu 2019 adalah pemilunya emak-emak. Ibu sekalian, saya ingin menyampaikan bahwa gerakan emak-emak ini adalah jihad politik," ujar Taufik saat memberikan sambutan pada acara 'Deklarasi Perempuan Prabowo di Seknas Prabowo Sandi, Kamis (12/10/2018).

Taufik berharap, melalui deklarasi ini para emak-emak yang hadir dapat menularkan gelora semangat deklarasi dalam memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Ibu pulang dari sini silahkan bikin deklarasi kecil kecilan di tempat masing-masing, deklarasikan 10 orang, ajak tetangga, saudara, gerakan semua emak-emak yang ada. Nantinya, ini untuk mengukur kekuatan kita," papar Taufik.

Deklarasi dukungan yang selama ini digelar oleh seluruh element ini menurutnya adalah bentuk penguatan batin dalam mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Deklarasi dukungan yang diselenggarakan ini untuk mengutkan batin kita dalam memenangkan Prabowo-Sandi. Tiap jumat ada pengajian disini, tiap hari ada deklarasi disini," imbuhnya.

"Besok Pak Wapres ada disini saat deklarasi Ibu-ibu guru ngaji kampung se-DKI. Saya undang secara langsung dan mempersilahkan untuk datang kembali," sambungnya.

Sementara itu, Laksda TNI (Purn) Dadang Irawan mewakili ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengungkapkan, bilamana emak-emak sudah berkehendak semua bisa terjadi.

"Saya ingat jika emak-emak sudah berkehendak apapun bisa terjadi, jika emak-enak menginginkan Prabowo-Sandi jadi Presiden dan Wakil Presiden insya Allah dikabulkan oleh Allah SWT," kata Dadang yang di amini emak-emak yang hadir.

Ia juga mengingatkan kepada emak-emak yang hadir bahwasanya dalam memilih pemimpin tidak cukup dengan memilih calon presiden yang tampan, tapi juga harus pancasilais.

"Kalau mau bicara pilpres itu tidak sekedar memilih pemimpin yang ganteng, tanggap, tanggon dan trengginas. Tapi kita butuh pemimpin yang pancasilais," pungkasnya. (Yan)

Penulis:

Baca Juga