Ketua Tim Bantuan Hukum FPI: Pernyataan Moeldoko Menyesatkan!

Ketua Tim Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro. (Foto Istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Pernyataan Kontroversial Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menyebut FPI sudah tidak dibutuhkan lagi karena pemeluk agama Islam di Tanah Air itu sedang tidak mengalami ancaman dari pihak manapun, ketika menjalani kehidupan beragamanya. Moeldoko mengatakan Islam dan Tuhan tak perlu dibela.

"Mengapa harus ada apa itu Front Pembela Islam? Apa yang dibela? Ya sorry ya, aku langsung ngomong blak-blakan saja kan gitu. Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan," kata Moeldoko, seperti dikutip situs nasional, Kamis (17/10/2019).

Atas pernyataan Moeldoko tersebut, Ketua Tim Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro mengaku kecewa. Sebab, keberadaan FPI tidak hanya melulu soal keagaman melainkan aksi sosial lainnya sering dilakoninya.

“Yang jelas FPI sangat di butuhkan, terutama untuk dakwah, pendidikan, sosial kemayarakatan dan menjadi fungsi kontrol mengenai maraknya penyakit masyarakat,” katanya, lansir situs nasional, Jumat (18/10/2019).

Sebab itu, Sugito mengatakan pendapat mantan Panglima TNI itu dianggap menyesatkan serta tidak peka dalam melihat persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan Negara Indonesia,

“Menurut saya pendapat itu menyesatkan, apalagi dalam hal banyak bencana, FPI selalu partisipasi aktif membantu tanpa pandang bulu, kami menyesalkan pernyataan tersebut dan tidak bijak, tapi FPI tetap akan terus jalan organisasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus MUI Pusat Anton Tabah Digdoyo merespon Pernyataan Moeldoko dengan menyatakan, jika tak paham agama Islam, maka dilarang bicara agama.

"Allah melarang bicara agama Islam jika tak faham agama. Islam itu sangat spesifik, kita dilarang tafsirkan Islam jika belum faham ilmunya. Inilah beda Islam dengan ilmu-ilmu yang lain. Allah berfirman 'Jangan kau katakan tentang Islam jika belum kau fahami ilmunya. Pendengaranmu, penglihatanmu, pemahamanmu (tentang Islam) akan dipertanggungjawabkan pada Allah' (QS.17/36)," ucap Anton. (*)

Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga