KH. Achmad Imron Minta Masyarakat Bijaksana Melihat Kasus Holywings

AKURATNEWS - Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah, KH. Achmad Imron meminta masyarakat Arif dan bijaksana dalam melihat kasus yang belakangan heboh di masyarakat terkait adanya promosi/diskon di Holliwings Indonesia yang konon ada unsur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam diskon tersebut.

"Masyarakat harus Arif dan Bijak dalam melihat persoalan tersebut karena faktanya diskon tersebut untuk nama di kalangan masyarakat yang mempunyai nama Muhammad dan maria," Ungkap Gus Imron sapaan akrabnya kepada awak media di Jakarta, Senin (18/07).

Ia juga berpendapat dalam kasus tersebut tidak bisa di jadikan rujukan atau menuduh ada penista anagama. Penamaan ini sama hal nya dengan nama Muhammad yang melakukan kejatahan atau melakukan perbuatan lainnya," ungkapnya.

Gus Imron juga sependapat bahwa Holliwings telah melakukan kesalahan dalam membuat promosi karena menimbulkan pro kontra, apalagi masyarakat kita sangat rentan dalam persolaan keagamaan namun kita sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi keberagaman, tentu harus melihat dengan jernih dan fear, apalagi pihak Holiwings sudah meminta maaf.

"Saya juga menyayangkan kenapa ada promo sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat, apalagi kita sangat rentan dalam isu agama namun kita sebagai masyarakat harus Arif dan Bijak dalam melihat persoalan apalagi pihak ini juga sudah ditangani oleh hukum, mari kita ikuti proses hukum nya apakah ada unsur penistaan atau tidak biar pengadilan yang memutuskan," Ucapnya.

Dia juga sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling suci dan tidak ada duanya di muka bumi ini sehingga tidak ada mahluk didunia yang setara dengan beliau. Oleh karena itu mari kita berfikir dengan cerdas dan bertabayun dalam melihat persoalan sebelum menghakimi, sehingga duduk persoalan jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Jangan mau dan mudah di provokasi oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dalam persoalan ini.

Selain itu Gus Imron juga meminta masyarakat ikut memikirkan 3000 orang karyawan yang kena dampak dari penutupan gerai-gerai Holywings karena bukan saja 3000 orang yang bergantung namun juga keluarga mereka untuk kelangsungan hidupnya.

"Akibat ditutupnya gerai-gerai Holywings pasti karyawan nya dirumahkan sehingga ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu memikirkan mereka dan keluarga nya karena demi keberlangsungan hidup", ujanya.

Banyak persoalan lainnya yang bisa menjadi titik fokus umat tidak seperti persolan remeh temen yang banyak pihak menunggangi seperti itu. Kenapa kita tidak fokus kepada kasus korupsi atau lainya jauh lebih penting dari pada persoalan ini.

Penulis:

Baca Juga