oleh

Khawatir Arab Saudi Diembargo, Harga Minyak Naik

Akuratnews – Harga Minyak dibursa berjangka naik tipis lebih tinggi pada perdagangan hari Senin (22/10). Sejumlah pedagang mengambil momentum ketegangan AS-Saudi atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi untuk mengkerek harga.

Beberapa anggota parlemen AS dari kedua sisi lorong menyerukan sanksi pada kerajaan Arab Saudi selama akhir pekan setelah Menteri Keuangan Steven Mnuchin bersiap mengunjungi Arab Saudi Senin ini. Sebaliknya Mnuchin mengatakan kepada wartawan bahwa hubungan administrasi dengan Arab Saudi sangat penting bagi rencana AS untuk menghalangi upaya Iran untuk menjadi kekuatan dominan di kawasan itu, menurut laporan berita tersebut.

Harga Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan November naik 2 sen menjadi $ 69,14 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Patokan global, harga minyak mentah Brent naik 11 sen, atau 0,1%, menjadi $ 79,89 per barel, di bursa ICE Eropa.

Arab Saudi mengatakan Sabtu pagi bahwa Jamal Khashoggi meninggal di konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki. Ia mati setelah baku hantam dan dijelaskan sebanyak 18 warga Saudi telah ditahan sehubungan dengan insiden itu. Penjelasan Saudi, yang datang setelah penyangkalan sebelumnya bahwa Khashoggi telah dihilangkan, telah disambut dengan ketidakpercayaan oleh para kritikus.

Versi penjelasan Arab Saudi dari peristiwa ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Tak heran bila tekanan internasional pada kepemimpinan Arab Saudi tetap muncul dan menguat. Tidak berhenti disitu saja, tekanan berlanjut dan mendorong naiknya harga minyak.

Sebelumnya,  harga minyak turun akibat pasokan yang berlimpah. Sementara ada kepastian dari menteri energi Saudi, Khalid al-Falih, yang, menurut laporan, mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS bahwa tidak ada niat untuk mengulang embargo minyak 1977 yang mengirim harga energi global melonjak. Sebaliknya, justru pasar bereaksi dan berpikir ada sedikit kemungkinan skenario embargo seperti itu, bisa terjadi.

Kekhawatiran pasokan, termasuk penurunan yang berkelanjutan dalam produksi Venezuela dan implementasi penuh sanksi AS terhadap Iran pada 4 November, masih menjadi pendorong kuat harga minyak mentah.

Investor juga mungkin bersiap untuk kenaikan lain dalam persediaan minyak mentah AS akhir pekan ini karena musim pemeliharaan kilang berlanjut. Minyak tertekan minggu lalu sebagian karena kenaikan keempat berturut-turut dalam persediaan minyak mentah AS.

Komentar

News Feed