Bursa Saham

Khawatir Perundingan Gagal, Bursa Saham Anjlok

Bursa saham AS di Wall Street.
Bursa saham AS di Wall Street.

Akuratnews.com - Bursa saham AS jatuh di hari Kamis, melanjutkan aksi penjualan dalam minggu ini. Aksi jual terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan China “melanggar kesepakatan” pada rapat umum di hari Rabu malam, hal ini memicu kekhawatiran pasar bahwa AS dan China tidak akan dapat mencapai kesepakatan dalam perjanjian perdagangan sebelum tarif baru efektif.

Indek Dow Jones turun sekitar 400 poin sementara Indek S&P 500 turun 1,2% dan Nasdaq kehilangan 1,5%. Dalam sepekan, Indek Dow Jones turun lebih dari 700 poin dan S&P 500 telah kehilangan lebih dari 3%.

Sentimen perdagangan berubah menjadi kehati-hatian setelah Trump mengatakan akan dengan senang hati mempertahankan tarif impor Tiongkok. Beijing membalas dengan mengumumkan akan mengambil “langkah-langkah penanggulangan yang diperlukan.”

Akibatnya, Indek Shanghai merosot 1,5 %, sementara Indek Hang Seng anjlok 2,4 %. Bursa saham Tokyo juga jatuh untuk sesi keempat berturut-turut untuk mencapai level terendah dalam enam minggu karena Yen tetap menjadi tawaran terhadap dolar pada permintaan safe-haven.

Indek Nikkei 225 turun 200,46 poin atau 0,9 % ke 21.402,13, level terendah sejak 29 Maret. Sejumlah saham-saham yang terkait dengan China berkinerja buruk, dimana saham Fanuc, Komatsu dan Kawasaki Kisen anjlok 4-6 %. SoftBank Corp naik 0,7 % setelah perusahaan telekomunikasi mengatakan akan menghabiskan $ 4 miliar untuk meningkatkan sahamnya di Yahoo Japan Corp, yang kemarin ikut naik 9,4 %.

Indek KOSPI anjlok 3 %, memperpanjang kerugian untuk sesi keempat berturut-turut dan mencapai level terendah sejak 15 Januari. Saham-saham Hyundai Motor, LG Chem, Samsung Electronics, dan SK Hynix turun 3-5 %. (Lukman Hqeem)

Penulis: Lukman Haqeem

Baca Juga