Kilang kayu di Aceh Timur Berada Dalam Kawasan

Kilang kayu ( sawmil ) CV. Putra Pante Bidari di dusun Sijuk desa sijudo kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh
Kilang kayu ( sawmil ) CV. Putra Pante Bidari di dusun Sijuk desa sijudo kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh

Aceh Timur, Akuratnews.com - Kilang kayu (Sawmil) milik CV. Putra Pante Bidari, yang berada di Dusun Sijuk Gampong, Desa Sijudo, diduga berada dalam kawasan hutan industri PT. Rimba Timur Sentosa, sementara izin kepemilikan masih berlaku.

Berdasarkan pantauan Akuratnews.com, benar di lokasi tersebut ditemukan Kilang kayu berdiri kokoh dengan tumpukan sejumlah belahan kayu disekitar lokasi yang sebagian sudah hampir membusuk.

Selain itu, juga ditemukan alat berat berupa eksavator (Beko) juga mobil truk yang digunakan untuk mengangkut kayu berupa balok-balok yang akan diolah menjadi bahan baku.

Salah seorang pegawai Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Balai Pemantapan Kawasan Hutan ( BPKH )wilayah Aceh, yang enggan menyebut namanya saat dikonfirmasi menyatakan, Kilang kayu tersebut benar berada di Area Pengunaan Lain (APL), Hutan Tanaman Industri ( HTI ) milik PT. Rimba Timur Sentosa.

Pada tahun 2019 lalu, tim gabungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Aceh bersama BPHP wilayah I Aceh, BKPH UPT Aceh, KPH wilayah III Aceh dan Dinas Perizinan Satu Atap Kabupaten Aceh Timur, telah mengingatkan kepada pemilik Kilang kayu tersebut, jika berada dalam kawasan HTI milik PT. Rimba Timur Sentosa.

Namun, hingga saat ini masih saja beroperasi seperti biasanya. Meskipun telah diberikan peringatan dari Dinas terkait, untuk tidak beroperasi lagi lantaran berada dalam kawasan industri PT. Rimba Timur Sentosa.

Sementara berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut), sebuah perusahaan tidak dibenarkan beroperasi di area kawasan hutan. Dikarenakan izin hanya sekali, tidak diperbolehkan ada izin diatas izin.

Sementara itu, salah seorang warga Desa sijudo Adi mengatakan, jika benar perusahaan Kilang kayu tersebut berada dalam kawasan HTI milik PT. Rimba Timur Sentosa, seharusnya instansi terkait secepatnya mengambil sikap agar tidak beroperasi lagi.

"Kalau terus beroperasi maka kawasan hutan milik PT. Rimba Timur Sentosa akan semakin rusak," ujar Adi Kamis (16/4).

Penulis: Chaidir

Baca Juga