Kinerja Menteri Jokowi di Dunia Maya, Erick Thohir dan Sri Mulyani Paling Banyak Diberitakan

Erick Thohir
Erick Thohir

AKURATNEWS - Penetrasi internet dan penggunaan media sosial semakin luas di Indonesia. Bahkan, pemerintah telah mencanangkan transformasi digital dalam berbagai bidang, terutama untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

Center for Indonesian Reform (CIR) dan Datasight Indonesia melakukan monitoring pemberitaan media online dan percakapan di media sosial untuk mengukur kinerja lembaga publik.

Pada rilis sebelumnya terungkap kinerja Gubernur di berbagai provinsi di Indonesia. Ternyata aktivitas di dunia maya mencerminkan sebagian realitas di dunia nyata seperti terlihat dari hasil survei tatap muka.

Monitoring media untuk periode 1 Januari – 7 Februari 2022 berhasil mengumpulkan 143.224 data pemberitaan dan percakapan tentang kiprah para menteri.

Dari data terkumpul, ada beberapa sosok yang menonjol: Menteri BUMN Erick Thohir (22,94 persen), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (10,55 persen), Menteri Keuangan Sri Mulyani (8,87 persen), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (8,12 persen), dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (7,55 persen).

Posisi berikutnya diikuti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (7,40 persen), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (6,87 persen), Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas (4,16 persen), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (3,92 persen), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (3,75 persen), dan Menteri Sosial Tri Rismaharini (3,63 persen). Menteri-menteri lain berada di bawahnya.

"Posisi Erick Thohir cukup mengejutkan karena dalam survei pada umumnya terletak di ranking menengah, sementara hasil monitoring media justru menujukkan paling banyak diberitakan dan dipercakapkan.

Posisi Budi Gunadi dan Prabowo tampaknya sejalan antara hasil monitoring dengan survei umumnya. Demikian pula Sri Mulyani dan Tito Karnavian termasuk sosok menteri yang berkinerja baik menurut survei," terang Direktur DataSight Indonesia, Radhiatmoko.

"Yang unik adalah sosok Mensos Risma, dalam berbagai survei sering diunggulkan, bahkan menempati posisi teratas (menurut Lembaga survei Trust Indonesia, dengan skor 22,3 persen). Tapi, dari monitoring media posisi Risma di bawah Airlangga Hartarto, Sandi Uno dan Yaqut Cholil. Kinerja Retno Marsudi dan Basuki Hadimuljono yang terkenal low profile ternyata masih lebih tinggi publisitasnya dibandingkan Risma," imbuhnya.

Radhiatmoko menambahkan popularitas di dunia maya sangat tergantung dari kemampuan tim konten di tiap kementerian untuk merancang isu dan event yang menarik, sehingga menjadi pemberitaan media dan percakapan netizen.

Hal itu merupakan tantangan tersendiri bagi lembaga pemerintah. Aparat humas yang tak mampu beradaptasi dengan komunikasi digital akan menjadi beban bagi bosnya. Akibatnya, sejumlah menteri membentuk tim khusus mengurus konten/event digital.

"Sentimen netizen juga sulit ditebak, padahal ini mencerminkan favorabilitas di dunia maya. Rata-rata pemberitaan dan percakapan tentang kinerja menteri bernada positif.

Namun, khusus untuk Menlu Retno Marsudi ternyata sentimen negatif (55,3 persen) lebih besar dari positif (37,71 persen) dan netral (6,96 persen).

Begitu pula, sentimen negatif untuk Mahfud MD (40,24 persen) lebih besar dari positif (23,69 persen) dan netral (36,06 persen)," jelas dosen antropologi digital UI tersebut.

"Sentimen positif paling tinggi tertuju pada Menhub Budi Karya Sumadi (85,91 persen) dan Mentan Syahrul Yasin Limpo (82,87 persen).

Sedangkan Erick Thohir mendapat sentimen netral paling besar (64,82 persen) dibanding sentimen positifnya (27,49 persen) dan negatifnya (7,69 persen).

Hal itu ditentukan oleh peran influencer atau buzzer yang berinteraksi para tokoh tersebut. Sebab, tiap Menteri mungkin punya lover/pendukung dan hater/pengkritik tersendiri.

Seperti Luhut Binsar Panjaitan sang Menko Maritim dan Investasi, yang dipersepsi publik paling berkuasa: ternyata hanya mendapat porsi pemberitaan dan percakapan minim (1,81 persen).

Sentimen publik pun terbelah antara positif (42,5 persen) versus negatif (28,63 persen) dan netral (28,86 persen)," papar Radhiatmoko.

Dari hasil moinitoring media, Presiden Joko Widodo bisa mempertimbangkan kinerja para pembantunya.***

Penulis: Marel Assegaf

Baca Juga