Kini Terbelit Ekstasi, Ridho Rhoma Ngaku Gagal Lawan Adiksi

Jakarta, Akuratnews.com - Setelah sebelumnya terciduk menggunakan sabu, pedangdut Ridho Rhoma kembali diciduk polisi lantaran terbukti positif amphetamine dan membawa ekstasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, Ridho diciduk polisi di apartemen FR, Jakarta Selatan pada Kamis (4/2).

"4 Februari yang lalu kita amankan di apartemen di daerah Jakarta Selatan," kata Yusri Yunus di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/2).

Tak hanya sendiri, anak Raja Dangdut, Rhoma Irama ini diciduk bersama tiga orang rekannya di apartemen. Saat penggeledahan, polisi menemukan tiga butir ekstasi di kantong celana depan sebelah kanan yang disembunyikan di dalam bekas bungkus rokok.

"Di dalam apartemen ada tiga orang. Saudara MR ada barbuk jenis ekstasi sebanyak tiga butir," ungkap Yusri.

Saat diperiksa di kantor polisi, Ridho Rhoma positif amphetamine alias ekstasi. Sementara dua orang rekannya negatif dan masih berstatus saksi.

"Saudara MR hasil urine positif amphetamin dengan barbuk dari saudara MR di kantong celanannya ada tiga butir ekstasi. Untuk kedua rekannya itu negatif dan kita jadikan saksi," tutur Yusri Yunus.

Di kesempatan itu, Ridho pun meminta maaf pada keluarga dan para penggemarnya.

"Saya ingin menyampaikan, saya memohon maaf atas kegagalan dalam berjuang melawan adiksi saya. Saya memohon maaf terutama kepada orangtua saya, papa mama, kepada seluruh penggemar," kata Ridho

Ini bukan kali pertama Ridho berurusan dengan polisi. Pada 2017 dia juga ditangkap polisi terkait kasus serupa. Pada 25 Maret 2017 ia diciduk polisi dengan barang bukti sabu seberat 0,7 gram dan alat isapnya.

Dalam kasus itu, pedangdut 32 tahun ini divonis penjara 10 bulan dan rehabilitasi selama sekitar 6 bulan. Ridho sempat bebas usai rehabilitasi, namun hukumannya ditambah 1,5 tahun penjara sesuai putusan kasasi.

Mahkamah Agung (MA) memutuskan menambah hukuman anak raja dangdut Rhoma Irama, Ridho Rhoma, menjadi 18 bulan penjara dalam putusan kasasi.

Pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hukuman Ridho diputus 10 bulan penjara dan harus menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur selama 6 bulan 10 hari.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga