Blackout Ripper

Kisah Horor, Pembunuhan Sadis Berantai Saat Nazi Bombardir Kota London

Gordon Frederick Cummins, pembunuhan sadis yang dijuluki Blackout Ripper. (foto Net).

London, Akuratnews.com - Pembunuhan sadis berantai terjadi di London Inggris pada dekade perang Dunia. Saat Inggris dengan gagah berani menentang operasi militer Nazi Jerman, negeri itu malah dilanda pembunuhan berantai di fase awal perang dunia kedua.

Diberitakan, London Blitz, atau bombardir pasukan udara Nazi-Jerman ke ibu kota Inggris adalah masa ketika Inggris dengan berani menentang operasi militer Nazi di Britania pada 1942 atau fase awal Perang Dunia II namun kehadiran Gordon Frederick Cummins hanya memperburuknya.

Melansir situs nasional, Gordon Frederick Cummins didaulat sebagai penteror London dalam pembunuhan dan penyerangan selama enam hari. Sebanyak tujuh wanita diserang. Empat dari mereka meninggal dengan organ-organ yang rusak. Cummins, yang telah mendaftar di Angkatan Udara Kerajaan, ditempatkan di Pusat Penerimaan Pesawat di London utara.

Namun selama di sana, ia justru menyerang pekerja seks, dan kota itu menjadi tempat perburuannya selama seminggu.

Korban pertamanya Evelyn Hamilton diserang secara seksual, dirampok, dicekik, dan dibuang dalam selokan. Hampir dua puluh empat jam kemudian, tubuh Evelyn Oately yang terpotong ditemukan.

Di samping mayatnya yang cacat adalah pembuka kaleng yang digunakan dalam serangan itu. Sidik jari pada pegangan pembuka kaleng sudah pulih.

Keesokan harinya, tubuh Margaret Florence Lowe ditemukan dengan organ-organnya terlepas dari perutnya. Dan kemudian, untuk hari keempat berturut-turut, polisi menemukan pekerja seks yang tewas lagi, Doris Jouannet.

Satu korban selamat, Haywood, 32 tahun, diselamatkan ketika seorang portir malam menyorotkan senternya ke Cummins di tengah serangan, yang terjadi pada Jumat tanggal 13, bulan Februari, tahun 1942.

Selama perkelahian, Cummins meninggalkan sebuah alat respirator militernya di TKP. Polisi Inggris kemudian melacak nomor seri barang itu yang mengarah pada Cummins. Cocok dengan jejak Cummins pada pembuka kaleng.

Cummins akhirnya dijatuhi hukuman mati. "Blackout Ripper" sebagaimana ia dijuluki, dieksekusi pada tanggal 25 Juni 1942. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga