Kivlan Zen Sebut SBY Licik, Ini Tanggapan Demokrat

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menghadiri pertemuan Prabowo-SBY di Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Kivlan Zen menepis tudingan Wasekjen Partai Demokrat soal setan gundul yang menyesatkan capres Prabowo Subianto terkait klaim kemenangan di angka 62 persen.

Kivlan bahkan menyerang Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan menuding SBY tidak ingin Prabowo menang lantaran punya sifat licik.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean mengatakan, tudingan yang dilemparkan Kivlan sangat berlebihan.

Menurutnya, selama ini SBY selalu berjuang keras memenangkan Prabowo. Justru menurut Ferdinand, Prabowo lah yang tidak menjalankan arahan SBY.

"Pak SBY begitu keras berjuang untuk memenangkan Prabowo-Sandi tetapi justru Pak Prabowo yang banyak tidak melakukan arahan dan masukan dari Pak SBY," kata Ferdinand seperti dilansir dari media nasional, Kamis (9/5/2019).

Ferdinand menilai, justru apa yang dilakukan Kivlan terkesan seperti mencari-cari musuh baru. Menurutnya, SBY sudah berjuang keras untuk memenangkan Prabowo di Pilpres 2019.

"Justru Pak Prabowo lebih banyak hal-hal yang banyak merugikan dirinya, termasuk terakhir Pak Prabowo menyerang Pak SBY, ya itu tidak baik," ungkapnya.

"Jadi saran saya mohon maaf kepada Pak Kivlan, tidak ingin menggurui, tetapi sebaiknya Pak Kivlan tidak usah terlalu banyak bicara yang tidak produktif yang justru kontraproduktif terhadap pemenangan Pak Prabowo," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kivlan Zein menilai istilah setan gundul itu mengacu pada Andi Arief sendiri. Bahkan dia menyinggung Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap tidak mendukung penuh Prabowo Subianto menjadi calon presiden.

"Ya sang setan gundul itu dia yang setan gundul, Andi Arief setan gundul, dia yang setan. Masa kita dibilang setan gundul," ujar Kivlan di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

"Orang Demokrat enggak jelas kelaminnya, Susilo Bambang Yudhoyono enggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam," tambahnya.

Menurutnya, SBY orang yang licik karena Kivlan menganggap SBY tidak mau ada saingan jenderal TNI yang menjadi presiden selain SBY.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga