oleh

KJP Plus Sudah 50 Persen Dicairkan

Jakarta, Akuratnews.com – Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI, Bowo Irianto mengatakan sepanjang Semester I tahun 2018 (Januari-Juni), dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang sudah dicairkan mencapai 50 persen.

Ini berarti jumlah yang telah dicairkan mencapai Rp 1,8 triliun dari total anggaran KJP Plus dalam APBD Penetapan DKI 2018 sebesar Rp 3,9 triliun.

Untuk semester I, anggaran KJP Plus dialokasikan untuk 805.000 siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Sebenarnya alokasi anggaran KJP Plus diperuntukan 872.024 siswa. Namun yang terealisasi baru mencapai 805.000 siswa sampai Juni kemarin. Ini karena yang tervalidasi datanya sebanyak itu. KJP itu pendaftarannya dua kali dalam setahun. Jadi datanya sering berubah,” kata Bowo di gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (12/09/2018).

Bila dibandingkan tahun lalu, anggaran KJP Plus sudah diterima sebanyak 778.058 siswa dari total siswa yang ditargetkan mencapai 832.000 siswa. Untuk siswa sebanyak itu, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,1 triliun.

“Memang lebih banyak di tahun ini. Sekali lagi, yang mendapatkan itu yang sudah mendaftar dan memenuhi syarat. Tahun ini bertambah besaran jumlah rupiahnya. Kalau jumlah siswa tentatif,” ujarnya.

Sampai saat ini, Dinas Pendidikan DKI sedang membuka pendaftaran KJP untuk semester II. Pendaftaran akan dibuka hingga 19 September mendatang. Setelah pendaftaran ditutup, maka pihaknya akan melakukan validasi dan verifikasi data. Siswa yang lolos dari tahap validasi dan verifikasi data akan menerima kucuran dana KJP Plus.

Dijelaskannya, ada perbedaan antara KJP Plus pada era Gubernur DKI, Anies Baswedan dengan KJP era Gubernur DKI ke-15, Basuki Tjahaja Purnama. Kalau KJP Plus menyasar pada anak usia 6-21 tahun, sedangkan KJP ditargetkan untuk siswa berumur 7-18 tahun.

“KJP Plus juga diberikan termasuk untuk anak tidak sekolah tetapi berada dalam usia sekolah. Bahkan di PPDB tahun ini, kami sudah mulai jalur afirmasi. Untuk anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, melalui kelurahan. Bagi mereka yang masuk sekolah, kami rekrut melalui jalur anak tidak sekolah,” jelasnya.

Untuk besaran nilai KJP Plus, pihaknya menaikkan besaran dana yang diterima siswa sesuai dengan tingkatan pendidikan.

Siswa SD mendapatkan Rp 250.000 per bulan dari awalnya Rp 210.000, siswa SMP menjadi Rp 300.000 dari awalnya Rp 260.000, siswa SMA dari Rp 375.000 menjadi Rp 420.000 dan siswa SMK dari Rp 390.000 menjadi Rp 450.000 per bulan. Dan untuk paket kesetaraan dialokasikan menjadi Rp 300.000 dari awalnya Rp 210.000 per bulan.

Menanggapi permintaan anggota Banggar DPRD DKI, sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono yang menyatakan peserta penerima KJP jangan dikurangi, Bowo menjelaskan untuk mendapatkan KJP Plus, dibutuhkan perjuangan dari orangtua murid.

“Orangtua murid harus berjuang memperbarui data anaknya setiap enam bulan sekali, melakukan pendaftaran di sekolah. Jadi bukan sekali terima, pasti langsung dapat seumur hidup terima KJP,” terangnya.

Saat ini, pendaftaran KJP Plus untuk semester II tahun 2018 telah dibuka sejak 13 Agustus dan akan ditutup pada 19 September.

“Bagi masyarakat yang masih memenuhi syarat dan belum terakomodasi, silakan datang ke sekolah asalnya. Karena pendaftaran hanya satu pintu melalui sekolah,” tegas Bowo. (Red)

Komentar

News Feed