KKN Universitas Budi Luhur Dosen dan Mahasiswa Ambil Bagian di Citarum

Mahasiswa UBL, secara langsung berinteraksi dengan warga dalam pengelolaan sampah di wilayah Citarum.

Jakarta, Akuratnews.com – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tahun 2019, Universitas Budi Luhur (UBL) kembali turut ambil bagian dalam kegiatan kepedulian terhadap rehabilitasi Sungai Citarum. UBL menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi swasta yang ikut tergabung dalam KKN Tematik LLDIKTI Wilayah III, dimana program utama dalam kegiatan tersebut  melibatkan dosen dan mahasiswa, yang bertujuan merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum beserta penduduk yang tinggal di lingkungan sekitarnya.

Dosen Universitas Budi Luhur Wiwin Windihastuty, dalam keterangannya mengatakan sejumlah mahasiswa/wi UBL dalam kelompok KKN Tematik Citarum Harum, turut ambil bagian, yang langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di sekitar DAS Citarum.

“Melalui KKN Tematik, selain diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan diri mahasiswa/wi juga diharapkan dapat meningkatan kualitas hidup masyarakat serta ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi permasalahan di DAS Citarum,” ujarnya, (11/11).

Dalam kegiatannya, para mahasiswa/wi ikut membantu program satuan tugas (satgas) Citarum Harum, dan turut serta dalam program maupun upaya yang berorientasi kepada lingkungan.  Kegiatan yang dilaksanakan diupayakan berkesinambungan agar dapat terealisasi dengan baik.  Seperti halnya edukasi dan sosiaslisasi dalam pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan terlebih dahulu, maka kegiatan selanjutnya adalah praktek dalam pengolahan sampah tersebut.

“Masyarakat disarankan untuk memilahan sampah  kedalam dua kolompok, yaitu sampah organik dan sampah non organik. Setelah dijelaskan secara teori bagaimana cara megolah sampah non organik menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, pada kesempatan ini warga RW 01 Desa Jelegong, Kutawaringin dipandu untuk mengolah sampah non organic tersebut menjadi barang-barang yang mempunyai nilai cukup tinggi,” katanya.

Dalam kegiatan kali ini UBL menggandeng Aktivis dan relawan Tutik Sri Susilowati dalam program pemberdayaan masyarakat KSM Nyiur, warga di lingkungan DAS Citarum melakukan proses daur ulang sampah.

“Program daur ulang sampah melibatkan masyarakat, terutama ibu-ibu untuk mengolah limbah sampah menjadi produk yang layak jual. Di antaranya, kerajinan tangan tas, tempat tissu, dompet, vas bunga, dan sebagainya. Dengan memproduksi sampah, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah tumpukan sampah di lingkungan, tetapi dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Jelegong,” jelasnya.

Pengelolaan sampah diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah akan tetapi sampah dari rumah masing-masing dipilah-pilah. Kegiatan pengolahan sampah juga difungsikan untuk mendongkrak ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah dan membantu penanggulangan kemiskinan.

Pengetahuan masyarakat tentang lingkungan yang bersih dan dapat menunjang kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Harapan bahwa dengan adanya kegiatan ini, dapat terjadi perubahan aspek perilaku dari masyarakat terkait dengan kesadaran untuk mengolah sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga, yang tentunya akan berdampak terhadap lingkungan yang bersih. Lingkungan yang bersih akan berdampak pada kesehatan yang baik.

“Semoga KKN Tematik Citarum Harum 2019  berhasil membangun kesadaran masyarakat di DAS Citarum untuk lebih ramah dan menghargai  lingkungan sekitar demi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” pungkas Wiwin.

Penulis:

Baca Juga