Knalpot Bising Jadi Fokus Satlantas Polrestro Depok, Ini Penyebabnya

Anggota Satlantas Polrestro Depok saat lakukan penindakan pada giat patroli hunting di Jalan Margonda Depok,Senin,(24/5)
Anggota Satlantas Polrestro Depok saat lakukan penindakan pada giat patroli hunting di Jalan Margonda Depok,Senin,(24/5)

AKURATNEWS.COM- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok kini tengah fokus lakukan penindakan knalpot bising di wilayah hukum Kota Depok lantaran banyaknya aduan dari masyarakat.

Patroli hunting serta penindakan di Jalan  Raya Margonda, Jalan Juanda Depok maupun lokasi jalan lainya dilakukan setiap hari olah pihak Satlantas Polrestro Depok.

"Gat tersebut jadi tindaklanjut kami atas banyaknya pengaduan masyarakat soal penggunaan knalpot bising yang menganggu, terutama di pemukiman warga", ujar Kasat Lantas Polrestro Depok AKBP Andi M Indra Waspada A Senin,(24/5).

Dikatakan Indra, knalpot bising jadi fokus Satlantas Polrestro Depok. Giat patroli hunting dilakukan secara rutin ditiap hari disejumlah titik jalan maupun toko penjual kelengkapan otomotif.

"Patroli hunting tiap hari pada sejumlah titik di depok diantaranya margonda raya, juanda dan toko otomotif.di Depok", paparnya.

Indra menjelaskan, para penjual perlengkapan otomotif yang ada di Depok juga telah berikan imbauan melaui bentuk selebaran agar tidak lagi jual klapot bising.

Terkait itu, lanjut Indra, pihaknya akan bekejasama dengan unit lain di Polrestro kaitan penindakan pada tempat usaha yang masih menjual knalpot bising.

"Nantinya kami (Satlantas) akan kerjasama dengan Reskrim terkait penindakan karena ranahnya sudah berbeda terkait pelanggaran tersebut", ucapnya kepada Akuratnews.com.

Dalam patroli hunting kepada para pelanggar yang belum paham aturan juga diberikan pemahaman dan selanjutnya sanksi tilang. Penyitaan knalpot bising juga dilakukan pihak Satlantas Polrestro Depok.

"Bagi pengendara, dapat menganti knalpot standar dan memasangnya di hadapan petugas kami di Mapolrestro", katanya.

"Dari upaya patroli hunting dan penindakan selama dua bulan terakhir, alhamdulilah penggunaan knalpot bising telah berkurang", tambah Indra

Untuk diketahui, aturan yang bisa menindak pengendara bermotor berknalpot racing atau tidak sesuai standar pabrikan tercantum dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285 Ayat 1.

Pasal 285 Ayat 1 berbunyi setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Penulis:

Baca Juga