KNPI Plat Merah Berencana Laporkan Konsultan Bangunan dan Dindikbud ke Kejari Pandeglang

AKURATNEWS - Usai melakukan audiensi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, terkait adanya dugaan 'Mark Up' anggaran revitalisasi dan rehabilitasi ruang kelas sekolah ditingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Jumat (25/06) kemarin.

Komunitas Pemuda Nasional Independen (KNPI) Plat Merah, berencana akan melakukan pelaporan secara resmi ke Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Kabupaten Pandeglang.

Sekretaris Jenderal KNPI Plat Merah, Iding Gunadi mengatakan, pihaknya sudah bulat dan mempunyai informasi terpercaya, terkait adanya praktek 'Mark-Up' anggaran pada pembangunan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah di Kabupaten Pandeglang itu.

"Kan kemarin juga jelas, bagaimana pihak dinas dan pihak konsultan kontruksi itu kelimpungan, saat kami bertanya soal pembanguna revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di SD maupun di SMP yang kami duga bermasalah itu," kata Iding, Sabtu (26/06) saat dihubungi wartawan, di Jl. Raya Bama, Kecamatan Pagelaran.

Menurut Iding, dugaan adanya 'Mark-Up' anggaran rehabilitasi dan revitalisasi ruang kelas sekolah itu terbukti, saat pihak KNPI Plat Merah meminta agar pihak konsultan dan Dindikbud membuka data rancangan anggaran biaya. Namun, pihak terkait terlihat enggan membuka data tersebut.

"Anggarannya sangat fantastis, sementara kategori pembangunan-nya hanya rehab dan revitalisasi ruang kelas doang, sampai ratusan juta rupiah. Masa rehab ruang kelas, per ruang kelas itu sampai sebesar 60 sampai 70 jutaan. Apa yang direhab," katanya.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar, Dindikbud Pandeglang, Hafid Herdian menjelaskan dalam melakukan penganggaran rehab sekolah di SDN Manglid 2 Cibitung, pihaknya bersama konsultan konstruksi menganggarkan sebesar Rp. 60 sampai 70 juta per satu ruang kelas.

"Jadi kami itu sudah merumuskan sesuai dengan perencanaan. Kami menganggarkan biaya pembangunan ruang kelas itu, satu ruang kelas itu kami anggarankan sekitar 60 sampai 70 juta. Penganggaran itu, berdasarkan hasil dari hitungan konstruksi. Kami juga sudah melakukan efisiensi anggaran," katanya

Oleh karenanya, Iding menegaskan bahwa, KNPI Plat Merah bersama dengan puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) itu akan segera melaporkan persoalan ini pada aparat penegak hukum (APH), agar persoalan ini menjadi terang benderang.

"Dalam waktu dekat ini kami akan masukan berkasnya semua, ke Kejaksaan. Ini ada permainan, tentu ini bukan efisiensi anggaran. Akan tetap ini ada kongkalikong antara dinas dengan pengusaha. Ini sarana pendidikan, ko masih saja di jadikan alat untuk mencari uang," katanya.

Terpisah, Presidium Wilayah, Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) Pandeglang, Entis Sumantri menambahkan bahwa, pihaknya merasa heran dengan penjelasan Dindikbud dan Konsultan Konstruksi yang terlihat gugup saat audiensi.

"Agenda Audiensi kemarin itu, dengan Dindikbud dan Konsultan Konstruksi terkait rehabilitasi dan revitalisasi ruang kelas itu. Memang sangat terlihat bahwa, mereka itu gugup dan gelagapan menjawab pertanyaan kami," tambahnya

Diketahui, seperti terpampang pada papan informasi, alokasi anggaran rehabilitasi sekolah SDN Manglid 2 Cibitung sebesar Rp. 434.470.965,18. Sementara alokasi anggaran revitalisasi SMPN 1 Pagelaran sebesar Rp. 505.440.000.***

Penulis: Deni

Baca Juga