Rakornas Komunitas Banteng Asli Nusantara

Kombatan Jadi Ormas? H. Sainara: Kalau Masih Relawan Tak Bisa Kawal Jokowi

Ketua DPW Kombatan Prov. Kalimantan Timur. H. Sainara. (Foto Atta Ahyar/Akuratnews.com).

Jakarta, Akuratnews.com - Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) telah menyepakati rencana perubahan Kombatan, yang semula hanya sebagai relawan berubah menjadi organisasi massa (Ormas).

Ketua DPW Kombatan prov. Kalimantan Timur, H. Sainara menjelaskan, rapat kordinasi nasional yang digelar DPP Kombatan sebetulnya memberikan ruh bagi relawan untuk segera 'mengganti baju' menjadi ormas agar bisa mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang sudah ditetapkan sebagai pemenang pemilu 2019 .

"Sebab kalau dia masih relawan maka otomatis tidak bisa mengawal kepemimpinan pak Joko Widodo dan Ma'ruf Amin," Kata H. sainara kepada redaksi Akuratnews.com seusai rakornas Kombatan yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019) malam.

H. sainara mengatakan, selambatnya Kombatan sudah 'berganti baju' menjadi ormas pada November 2019 yang nantinya akan ditetapkan pada saat rakernas mendatang.

Namun begitu, Untuk penetapan rakernas masih belum ditentukan tempatnya. "Antara Kalimantan Timur, Bali atau Sulawesi Tenggara." terang Sainara.

"Mudah-mudahan konsolidasi yang saat ini dilakukan dengan daerah di tingkat provinsi hingga ke kabupaten Kota sampai dengan kecamatan, Insya Allah dalam tiga bulan selesai," kata H. Sainara. Nantinya Kombatan yang akan mengawasi kinerja dan kebijakan pemerintah salah satunya yang terkait dengan pembangunan ekonomi di daerah-daerah.

Menyikapi kondisi perekonomian di kalimantan Timur yang banyak dilatari dengan pertambangan, H. Sainara mengatakan saat ini perlu regulasi pertambangan agar jangan sampai pertambangan ini justru merusak alam di Kalimantan.

Dia berharap, regulasi pertambangan dapat mengatur pertambangan yang lebih ramah lingkungan. "kalau memang pertambangan itu tetap dilakukan, tetapi dengan pertambangan yang lebih ramah lingkungan." tandas H. Sainara.

Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga