Komisi II Menilai Soal Temuan KTP Palsu Lebih Kearah Kejahatan Ekonomi

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali mengaku  telah mendapatkan laporan hasil kunjungan lapangan Komisi II ke Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta & Dirjen Bea Cukai tentang kiriman KTP Palsu dari Vietnam. Dari kunjungan tersebut, tim Komisi II hanya menemukan 36 lembar KTP elektronik (e-KTP) palsu yang dikirim dari Kamboja.

"Kalau dilihat motifnya lebih ke arah kejahatan ekonomi. Silakan ditindaklanjuti pihak lain," ujar Zainudin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Menurut Politisi Partai Golkar ini, kunjungan ke Bea Cukai untuk memastikan kebenaran isu beredarnya 450.000 lembar e-KTP palsu. Isu ini juga mengatakan, KTP palsu itu digunakan untuk mencurangi Pilkada. Meski demikian ia tidak merinci kecurangan tersebut dilakukan oleh siapa dan pilkada dimana.

"Komisi II hanya ingin memastikan itu tidak terkait dengan motif kecurangan pilkada. Hasil sidak ini membuktikan bahwa tidak benar kabar beredarnya ratusan ribu KTP palsu," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi II DPR pada Kamis (9/2/2017) melakuan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta & Kantor Dirjen Bea Cukai terkait beredarnya e-KTP palsu yang dikirim dari Kamboja.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Agung Widyantoro, yang mengikuti Sidak tersebut menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan barang bukti e-KTP yang kabarnya mencapai ratusan ribu itu.

"Dalam pertemuan dengan Dirjen diperoleh keterangan bahwa benar telah melakukan pemeriksaan terhadap paket yang berisi 36 buah KTP, 32 NPWP, 1 buah tabungan BCA isi Rp 500 ribu, 1 buah ATM," jelas  Agung. (Ahyar)

Penulis:

Baca Juga