Komitmen Kominfo Hadirkan Konektivitas Berkualitas

Terakhir, di lapisan last-mile, Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah memulai pembangunan base transceiver station (BTS) di 9.113 desa/kelurahan yang belum memiliki akses 4G di wilayah 3T, serta bersinergi dengan operator seluler untuk pembangunan BTS di 3.435 desa/kelurahan di wilayah non-3T.

Setelah tersedianya akses konektivitas bagi masyarakat, Kementerian Kominfo juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan tekomunikasi.

"Kementerian Kominfo telah menyelesaikan pembangunan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) yang akan mengukur Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE),” tambah Dedy Permadi.

PMT dibangun untuk memastikan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia serta menindaklanjuti layanan atas keluhan masyarakat terkait gangguan layanan secara real-time di 514 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia.

Target dan Tantangan Pembangunan Infrastruktur Digital

Pada tahun 2022, Kementerian Kominfo akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital di ketiga lapisan.

Di lapisan backbone, Kementerian Kominfo akan mengoptimalkan utilisasi jaringan kabel serat optik melalui pembangunan Palapa Ring Integrasi sepanjang 12.083 KM.

Selanjutnya, di lapisan middle-mile, Kementerian Kominfo akan melakukan penambahan kapasitas satelit dan pembangunan gateway.

“Di lapisan last-mile, menyelesaikan pembangunan BTS bersama operator seluler untuk memastikan jangkauan konektivitas 4G di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau sinyal 4G,” terang Dedy Permadi.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Rinto

Baca Juga