oleh

Komnas HAM Beri Rapor Merah, Pigai: Nawacita Hanya Jargon Utopis

Jakarta, Akuratnews.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan “rapor merah” terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Pemerintahan Jokowi dinilai lambat dalam menangani penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM.

Terkait hal itu, mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan pemberian rapor merah tersebut sebagai tanda agar Jokowi berhenti membohongi publik terkait HAM. “Ternyata berbagai jargon yang terucap pada tahun 2014 tentang revolusi mental dan nawacita hanyalah jargon-jargon utopis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/10/2018).

Padahal, Pigai menuturkan Jokowi terpilih sebagai Presiden karena mengkapitalisasi dugaan pelanggaran HAM berat oleh Prabowo Subianto yang ditunjang oleh media massa dan para aktivis HAM. Selain itu, persoalan HAM yang dirumuskan oleh Jokowi dalam butir cita-cita Nawacita telah memberi harapan animo rakyat Indonesia.

Pigai lantas mempertanyakan legasi yang diberikan Jokowi dalam kebijakannya selama empat tahun memimpin, terhadap HAM yang merupakan persoalan artifisial bangsa. “Memang bukan minim, namun memikirkan tentang membangun bangsa berbasis HAM saja belum terlihat,” tukas dia.

Dirinya mencontohkan adanya pengekangan kebebasan sipil dan hak untuk menjalankan agama dan kepercayaan khususnya bagi umat Islam melalui Perppu Ormas. Serta belum adanya tindakan pengungkapan keberadaan korban reformasi 1998, Wiji Tukul dan pengungkakan kasus Munir sebagaimana janji Jokowi.

“Ketidakmampuan melaksanakan proses penyelesaian persoalan pelanggaran HAM berat oleh Jokowi bertentangan dan menunjukkan inkonsistensi Jokowi terhadap cita-cita nawacita yang justru ditulis dengan tangannya sendiri,” sebut Pigai.

“Apabila sampai tahun 2019 Jokowi tidak bisa melaksanakan nawacita, maka Jokowi telah melakukan kebohongan publik dan harus dipertangungjawabkan,” pungkasnya. (Ysf)

Komentar

News Feed