Komnas HAM Serahkan Rekomendasi Kasus Novel Baswedan ke Polri

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada hari ini (21/12) telah menyerahkan laporan akhir Tim Pemantauan Proses Hukum Kasus (TPPHK) Novel Baswedan kepada Polri.

Hal itu disampaikan Ketua TPPHK, Sandrayati Moniaga bahwa laporan disampaikan kepada Kapolri melalui Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto.

Sandra menjelaskan timnya telah bekerja sejak awal Maret 2018 hingga diterimanya laporan akhir pada Sidang Paripurna Komnas HAM tanggal 6 - 7 November 2018 lalu. Menurutnya, tim bentukan Polda Metro Jaya bekerja terlalu lama.

"Lamanya proses pengungkapan diduga akibat dari kompleksitas permasalahan. Namun timbul pertanyaan apakah telah terjadi abuse of process," ujar Sandra di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2018).

Oleh karenanya, untuk mempercepat pengungkapan kasus ini, Komnas HAM menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Polri.

Diantaranya, membentuk Tim Gabungan untuk mengungkap fakta peristiwa dan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Tim Gabungan yang dimaksud adalah terdiri dari Polri, KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak Iain yang dibutuhkan.

"Kemudian kedua, memastikan Tim Gabungan tersebut dibentuk sesegera mungkin, bekerja cepat, efektif sesuai prosedur yang berlaku," tukas Sandra.

TPPHK Novel sendiri dibentuk pada sidang paripurna tanggal 6 - 7 Februari 2018 lalu.

Awal mula tim dibentuk pasca menerima aduan dari Rina Emilda (istri Novel) terkait lambatnya proses penyelidikan atas peristiwa yang menimpa suaminya.

Diketahui, Novel merupakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengalami penyerangan menggunakan air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa (11/4/2017) lalu.

Penulis:

Baca Juga