Komnas PA: Pawai Anak-anak Bercadar Bawa Senjata Langgar Hak Anak

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait menyatakan pawai anak-anak TK yang mengenakan busana muslim bercadar dan memegang replika senjata laras panjang di Probolinggo, Jawa Timur adalah suatu bentuk "gagal paham" terhadap hak anak.

Pihaknya lantas menyayangkan pawai seni budaya yang dilepas Sekretaris Daerah dari depan Kantor Pemkot Probolinggo pada Sabtu (18/08) lalu itu. Aris menjelaskan, pawai tersebut mengandung penanaman paksa nilai-nilai kekerasan dan pelanggaran terhadap anak, merujuk Konvensi Internasional PBB tentang Hak Anak maupun UU RI No. 35 Tahun 2024 mengenai perubahan UU RI. NO. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Sebab menggunakan senjata, apakah itu replika senjata maupun mainan anak-anak dalam acara pawai seni budaya sekalipun dan apapapun alasannya, dinilai telah mengandung penanaman paham radikalime dan kekerasan terhadap anak dan dapat dinyatakan pula sebuah cara mensosialisasi dan memperkenalkan pada tentara anak," kata Aris dalam keterangan resmi yang diperoleh, Senin (20/8/2018).

Ia menambahkan, dunia saat ini terus menerus mengkampanyekan perlindungan anak agar tidak direkrut dan diperkenankan menjadi tentara anak (child soldier) dalam keadaan dan kondisi apapun sesuai semangat Konvensi PBB tentang Hak Anak.
"Jelas anak dilarang direkrut bahkan dikenalkan menjadi tentara anak," tukas Aris.

Ia juga menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan busana yang dipakai, melainkan penggunaan atribut tambahan yakni senjata. "Padahal kita tahu senjata adalah simbol peperangan," ucap Aris.

Komnas PA sendiri menurutnya akan mengirim tim investigasi dalam waktu dekat ke Probolinggo dan berkordinasi dengan Komandan Kodim, Kepala Dinas Pendidikan, Kapolres Probolinggo serta panitia pelaksana Pawai Seni Budaya untuk melakukan klarifikasi agar peristiwa tersebut tidak terulang. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga