Ada Keteledoran

Kompolnas Minta Penyidik Polsek Tambaksari Diperiksa Terkait Tahanan yang Gantung Diri

Grendel pintu dan tali sofa (lingkar merah) yang digunakan Heri saat gantung diri di ruang Bhayangkari Mapolsek Tambaksari

AKURATNEWS - Komisi Kepolisian Nasional melalui Komisionernya, Poengky Indarti, meminta agar penyidik Polsek Tambaksari Surabaya diperiksa. Pasca tewasnya tahanan di ruang bhayangkari, lantai 2 Mapolsek, pada Jumat (2/9/22) pagi.

Kompolnas juga menyayangkan meninggalnya tahanan Polsek Tambaksari Surabaya diduga akibat gantung diri. “Kompolnas mendorong dilakukannya pemeriksaan kepada penyidik dan penyidik pembantu yang seharusnya bertanggungjawab menjaga keselamatan tersangka yang ditahan,” kata Poengky, saat dihubungi wartawan, Senin (5/9/2).

Selain itu, menurut Poengky penjagaan tahanan harus diperketat, salah satunya dengan pemasangan CCTV di ruang penyidik. Jangan sampai ada tahanan yg bunuh diri atau melarikan diri.

“Kompolnas juga merekomendasikan ruang2 penyidikan dilengkapi dengan CCTV dan menghindari benda2 yg membahayakan yg kemungkinan dapat digunakan untuk bunuh diri atau melarikan diri,” ujarnya.

Poengky mengungkapkan, ada beberapa kejanggalan dan keteledoran pihak Polsek Tegalsari pada kematian Hari, yang terjadi usai tersangka pencurian itu diperiksa oleh penyidik.

“ Kuat dugaan ada keteledoran; yang pertama, kok bisa tahanan dibiarkan di ruangan sendiri tanpa penjagaan dan tanpa ada pengawasan? Kemudian kok bisa ada tali atau alat untuk bunuh diri? Seharusnya tahanan digeledah dulu. Tiga, ruang penyidikan tidak dilengkapi CCTV, padahal seharusnya ada CCTV yg tersambung ke monitor pengawasan Kapolsek dan petugas piket jaga,” ungkapnya.

Poengky kembali menegaskan, Kompolnas merekomendasikan pemeriksaan etik pada petugas2 yang bertanggung jawab, termasuk pada penyidik dan penyidik pembantu yang memeriksa tahanan.

Selain itu lanjut Poengky, Kebijakan penahanan perlu ditinjau. Jika sudah ada penggantian atau jika memungkinkan diadakan Restorative Justice (RJ)

“Mohon didahulukan (Restorative Justice), ketimbang melakukan penahanan yg berdampak pada over capacity ruang tahanan dan potensi kekerasan,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga