Kondisi Kesehatan Terus Menurun, Kivlan Zen Butuh Penangguhan Penahanan

Kivlan Zen. (Foto dok. Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com -- Tim Pembela Hukum ( TPH ) Kivlan Zen yang terdiri dari Babinkum TNI dan Advokat Rakyat Semesta mengajukan surat pengalihan penahanan Kivlan Zen yang perlu perawatan kesehatan.

Surat itu ditujukan kepada: Presiden' RI. Ir. Joko Widodo, Wakil Presiden RI, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri, Ketua KOMNAS HAM RI, KOMPOLNAS, Kapolda Metro Jaya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Kasubdit 4 Direskrimum PMJ, Kanit 2 Subdit 4, dan Dirreskrimum PMJ/Penyidik.

Sementara untuk tembusan surat ditujukan kepada, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI, Direktur RS POLRI, Direktur RS Gatot Subroto, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Surat tersebut menyebutkan pula mengenai rekonstruksi tanggal 16 dan 18 yang terjadi dalam keadaan sudah tidak normal kesehatannya sehingga meminta BAPnya untuk tidak diakui atau diulang jika sudah sehat," ujar Tonin salah satu pengacara Kivlan Zen dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (8/8/2019).

"Granat nanas juga masih tersisa di kaki kirinya serta 3 kali jatuh terbentur kepalanya, efeknya sering nyeri, sakit kepala, mata kabur, tensi naik dan turun dengan ekstrim, kolestrol dan asam urat serta sinusitis," ungkap Tonin.

Menurut dia, melihat keadaan Kivlan Zen dengan wajah pucat dan sering mengeluh tentang kondisi kesehatan yang terus menurun sejak penahanan, "Walaupun tetap diupayakan dengan olah raga ringan, namun beliau sering lupa mengenai hal-hal yang baru maupun yang lama sehingga kami sebagai Kuasa Hukum harus sabar mengingatkan apa yang perlu dalam perkaranya." kata Tonin.

Dia pun berharap Mabes Polri tidak menolak permohonan tersebut karena ini masalah kemanusiaan sehingga ada rasa keadilan yang diberikan kepada kliennya.*

Penulis: Ahmad Ahyar
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga