Kondisi Pendidikan di Morowali Utara Masih Memprihatinkan, Butuh Kontribusi Nyata

proses belajar mengajar di Komunitas Peduli Pendidikan Morowali Utara. (foto: dok. Akuratnews.com)

Morowali, Akuratnews.com - Kondisi pendidikan di Kabupaten Morowali Utara dinilai masih memprihatinkan. Meski pentingnya pendidikan bagi setiap warga negara sebagaimana amanah UU terbilang prioritas, tidak semua orang beruntung mengenyam manisnya pendidikan di negeri ini.

Hal ini disampaikan Arman Purnama Marunduh salah seorang inisiator pembentukan lembaga peduli pendidikan Morowali Utara. "Jangankan untuk mengenyam pendidikan di lembaga sekolah, kadang untuk sekedar makan guna menyambung hidup pun sulit," kata Arman sapaan aktivis muda Morowali Utara.

Lebih jauh dikatakan Arman, tak jarang anak-anak zaman sekarang, masih ditemukan banyak calon generasi penerus bangsa yang tidak bisa mendapatkan bekal kehidupan melalui pendidikan. Minimnya fasilitas dan kualitas pendidikan, bahkan rendahnya kesadaran orang tua siswa menjadi sebagian faktor yang tak bisa terelakkan.

"Akhirnya, anak-anak ini tidak bida mendapatkan pendidikan yang layak. Ini pula yang menjadi penggugah bagi lembaga peduli pendidikan Morowali Utara untuk mendirikan sebuah wadah pendidikan non profit yang ingin maju dan berdaya saing," ungkapnya.

Komunitas Peduli Pendidikan Morowali Utara, diperuntukkan bagi anak-anak usia mulai 5-12 tahun secara gratis dengan tingkatan pendidikan setara Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berpusat di Kompleks Gunung Radio, kota Kolonodale Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara.

Meski terbilang sederhana, wadah pendidikan non profit ini sudah memiliki sekitar 100 anak didik dan menghasilkan anak didik dengan perkembangan pola pikir dan emosional yang lebih terarah dan diharapkan dapat menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan.

"Sistem belajar mengajar belajar dua kali sepekan, yakni senin dan jumat mulai pukul 14:00 sampai 16.00 wita. Selain diberikan materi standard nasional, para anak didik juga diberikan permainan dan buku cetak, buku tulis dan alat tulis secara gratis," ungkapnya. (*)

Penulis: Wardi
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga