Koperumnas Tegaskan Sebagai Koperasi Berkonsep Syariah Legal

Koperumnas selalu menjaga amanah anggota dan terbuka. Berkomitmen menjaga agar cashflow keuangan Koperumnas sesuai AD-ART.

Jakarta, Akuratnews.com - Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) kembali menegaskan bahwa Koperumnas adalah pionir pengembang sekaligus koperasi berkonsep syariah yang telah mengantongi berbagai legalitas. Selain telah mengantongi akta, SIUP, TDP, juga telah mengantongi Surat Keputusan dan telah mendapat Nomor Induk Koperasi (NIK) No 3172060060002 dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI.

General Manager Koperumnas Putri Muda mengatakan, hal tersebut perlu kembali ditegaskan lantaran munculnya kasus tertangkapnya para pelaku penipuan berkedok perumahan syariah yang berhasil dibekuk jajaran Polda Metro Jaya.

"Dengan beredarnya berita tertangkapnya pelaku penipuan berkedok perumahan syariah, jujur sebagian anggota Koperumnas ada yang mempertanyakan legalitas Koperumnas kepada kami. Mereka jadi kuatir dan itu wajar saja. Makanya kami sebagai koperasi sekaligus pengembang yang berasaskan syariah kembali ingin menegaskan bahwa Koperumnas sudah memiliki legalitas lengkap bahkan jajaran Dewan Pengawas kami melibatkan MUI Pusat," ungkapnya.

"Setahu kami Koperumnas hanya satu-satunya di Indonesia. Sebab sama sekali dalam setiap transaksi baik pembelian tanah maupun sistem pengelolaan, pembangunan konstruksi jalan, perumahan, dan akadnya selalu berdasarkan AD-ART yang berasaskan syariah yang sama sekali tidak menggunakan uang bank. Semua modal Koperumnas berasal dari anggota yang saat ini hampir 20 ribu orang," tambahnya.

Karena tidak menggunakan uang bank, sambungnya, maka setiap pembelian tanah dan pembangunan maupun yang lainnya selalu dilakukan dengan cara mengangsur.

"Karena tujuan Koperumnas itu mulia, membantu menyediakan rumah bagi masyarakat muslim khususnya yang berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak memiliki penghasilan tetap yang selama ini sulit memiliki rumah karena banyak terbentur harga yang mahal dan persyaratan yang memberatkan. Sedangkan di Koperumnas tidak ada DP, tanpa denda, tanpa slip gaji, tanpa BI checking, tanpa riba, tanpa batasan usia," paparnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga