Korban Investasi Bodong Melapor ke Polda Metro Jaya

Korban Penipuan Investasi Bodong saat mendatangi Polda Metro Jaya

Jakarta, Akuratnews.com - Sebanyak 5 orang yang jadi korban penipuan investasi bodong PT MIB melapor ke Polda Metro Jaya, Jumat (3/2/2017). Kuasa hukum mereka, Sabar Ompu Sungg,SH., MH, mengatakan 5 orang itu jika kerugian mereka dijumlahkan mencapai Rp 13 miliar.

"Kerugian 5 orang dengan total nilai investasi mencapai hingga Rp 13 miliar dan kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah karena masih ada yang belum melaporkan," kata Sabar Ompu di Mapolda Metro Jaya, Jumat.(03/02/17).

Mereka melaporkan Direktur Utama perusahaan yang diduga melakukan investasi bodong tersebut, dalam laporan dengan nomor polisi LP/ 589/ II/ PMJ/ Ditreskrimsus, Dirut PT MIB bernama FS disangkakan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Saya mewakili lima orang korban melaporkan Dirut PT MIB berinisial FS atas dugaan penipuan,” ujar Sabar.

Sabar Ompu menerangkan, cara/modus yang di pakai pada “Investasi Bodong” Millenium ini, adalah dengan mengunakan bujukan dan janji-janji yang disampaikan oleh Marketing Millenium kepada para calon nasabah agar membuat Produk Deposito di Millenium Group dengan bunga yang cukup menarik, korban disuruh membuat deposito di PT MIB dengan dijanjikan bunga yang cukup tinggi. Kemudian setelah jatuh tempo uang dari korban tidak kembali meskipun jatuh tempo.

Sebelum melaporkan, pihaknya sudah melayangkan somasi sebanyak dua kali sejak dua bulan lalu. Akan tetapi somasi tersebut tak dihiraukan.

Sabar Ompu berharap agar “investasi bodong” ini dapat diproses secara pidana, serta akan melaporkannya kepada Otoritas Jasa Keungan RI agar semua yang terlibat dalam “investasi bodong” yang dialami para Korban dapat ditindak. Adapun dugaan tindak pidana yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Penipuan, Penggelapan, Perbankan, Pencucian Uang, serta melaporkan pihak – pihak yang Turut Serta dan/atau Membantu melakukan Tindak Pidana ini. (Upik)

Penulis:

Baca Juga