Korban Penganiayaan dan Penyekapan di Surabaya Keluhkan Proses Hukumnya

Anggriani, Korban Penganiayaan dan Penyekapan

Surabaya, Akuratnews.com - Anggriani Chintami Ayu Lestari (32), korban penganiayaan serta penyekapan oleh Rahardian Zulfikri (33) warga Mulyorejo yang mengaku Tim sukses (Timses) inti dari kemenangan Gibran Rakabuming Raka Calon Walikota Solo, mengeluhkan proses hukumnya.

Anggriani mengeluh lantaran Pasal 351 KUHP tidak ada dalam perkara yang sudah masuk di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya tersebut.

Padahal dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) ada 2 pasal yang dimasukkan, yakni Pasal 351 KUHP dan Pasal 333 KUHP.

"Saya kaget mas,Setelah diberitahukan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Surabaya oleh Pengacara," Ungkap Anggriani, Minggu (21/02/21).

Wanita cantik ini heran, karena Pasal penganiayaan tidak ada, padahal menurutnya sudah ada bukti jelas, Rahadian melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan.

"Semua Ada buktinya dan saya hanya meminta keadilan serta untuk pelaku penganiaya Dihukum setimpalnya sesuai undang-undang yang berlaku ,"keluhnya sembari menunjukkan bukti visum dan foto-foto.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yusuf Akbar dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, berkilah bahwa pasal tersebut bukan hilang, namun diakumulasikan. Untuk itu, Yusuf meminta wartawan agar memantau proses persidangan.

"Kita tunggu sidangnya mas,"Jelasnya melalui sambungan WhatsApp.

Perlu diketahui, berdasarkan surat dakwaan pada tanggal 14 Oktober 2020 terdakwa mendatangi kamar Apartement milik korban Anggriani di Royal City Loft nomor.

Kemudian terjadi cekcok sehingga Anggriani marah dan membanting handphone milik Rahardian. Rahardian yang tidak terima, langsung memukul wajah Anggraini berkali-kali, serta menyeretnya.

Korban yang sudah berdarah dan mengalami lecet-lecet disikutnya kemudian berteriak minta tolong sehingga datang Security Apartement.

Rahardian juga sempat menyekap korbannya di kamar apartement, sehingga securty harus memecahkan kaca jendela guna membuka pintu.

Atas perbuatannya JPU mendakwa terdakwa dengan Pasal 333 KUHP.

Penulis:

Baca Juga