Korupsi

Korupsi Dana BSM dan BOS, Kepsek dan Bendahara Divonis 4 Tahun Penjara

Imam Syaean dan Siti Mujiati,  saat mendengarkan putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (23/05/2019). (Samsul Arifin/Akuratnews)

Sidoarjo, Akuratnews - Dua terdakwa Imam Syaean, Kepala Sekolah MI Yapendawa Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur dan Siti Mujiati, Bendahara mendapatkan vonis 4 tahun penjara oleh hakim di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. Kedua terdakwa yang juga merupakan pasangan suami istri ini secara sah yang terbukti melakukan korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun anggaran 2009 hingga tahun 2015.

Keduanya oleh hakim dinyatakan terbukti secara sah dan bersama sama telah melakukan tindak pidana korupsi atas dana yang dikucurkan oleh pemerintah melalui dana BSM dan BOS sejak tahun 2009 hingga 2015 dan dijerat UU No 31 Tahun 2009 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menimbang dan memutuskan terdakwa dihukum 4 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider dua bulan,"ucap, Majelis hakim Ketua Dede Suryaman dikutip akuratnews pada persidangan hari Kamis (23/5) diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Putusan hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut terdakwa 6 tahun penjara.

"Atas putusan Hakim, kami masih nyampaikan pikir pikir,"tutur, JPU Kejari Trenggalek, Erawati saat ditemui usai persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri ini diadili karena kedapatan kompak menggunakan dana BSM dan BOS yang seharusnya diperuntukan untuk keperluan operasional sekolah dan siswa tidak mampu sehingga pemerintah dirugikan kisaran Rp 246 juta dari anggaran yang dikelolahnya sebesar Rp 530 juta. (Arief)

Penulis: Arief
Editor: Lukman Haqeem

Baca Juga