Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya Sebutkan Enam Nama Anggota DPRD Surabaya

Sidoarjo,
Akuratnews.com |
Terkait perkara korupsi dana hibah Pemkot
Surabaya tahun 2016 untuk pengadaan barang melalui program Jasmas, terdapat
enam nama anggota DPRD yang disebut dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum.
Enam nama anggota DPRD tersebut adalah Sugito, H Darmawan (Aden), Binti Rochma,
Dini Rinjani, Ratih Retnowati dan Saiful Aidy.

"Bahwa terdakwa selaku Direktur PT Sang Surya Dwi
Sejati baik sendiri sendiri dan atau bersama sama dengan Sugito, H Darmawan
(Aden), Binti Rochma, Dini Rinjani, Ratih Retnowati, Saiful Aidy pada waktu
yang tidak dapat ditentukan secara pasti bertempat di gedung DPRD Kota Surabaya
telah melakukan perbuatan melawan hukum mengkoordinir pelaksanaan dana hibah
(JASMAS) Pemkot Surabaya tahun 2016,"terang, Jaksa M Fadhil saat
membacakan surat dakwaannya, Senin (18/3/2019).

Dijelaskan dalam dakwaan, Dua dari enam oknum anggota
DPRD Surabaya yakni Darmawan dan Ratih Retnowati telah ditemui terdakwa di
Kantor DPRD Kota Surabaya untuk membahas pengadaan barang melalui program
Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas).

Selanjutnya, Darmawan dan Ratih meminta terdakwa untuk
mengkordinir pelaksanaan proyek Jasmas serta menyusun proposal permohonan dana
hibah yang mengatasnamakan kelembagaan RT/RW.

"Setelah bertemu H Darmawan dan Ratih Retnowati,
tedakwa juga menemui Binti Rochma, Dini Rinjani, Ratih Retnowati, Saiful Aidy
untuk menyampaikan maksudnya untuk menjadi pihak yang mengerjakan pekerjaan
dana hibah dalam bentuk Jasmas, khususnya untuk mengadakan barang barang yang akan
diberikan ke penerima hibah melalui dana aspirasi milik anggota DPRD Kota
Surabaya,"ungkap, M Fadhil.

Dalam pertemuan tersebut, Terdakwa Agus Setiawan Tjong
juga telah menjanjikan pemberian fee sebesar 15 persen ke masing masing oknum
anggota DPRD Kota Surabaya. Fee tersebut disesuaikan dari nilai barang yang
disetujui oleh Pemkot Surabaya dalam bentuk hibah.

"Bahwa pertemuan tersebut telah disepakati barang
barang yang akan diberikan ke masyarakat berupa terop, kursi crime, kursi
plastik, meja besi, meja plastik, sound system, gerobak sampah serta tempat
sampah,"jelas, M Fadhil.

Atas kesepakatan tersebut, terdakwa melalui tim
marketingnya menyebar ke 230 RT se Surabaya untuk mengajak mereka mengajukan
Jasmas dengan proposal yang telah disiapkan terdakwa.

Penyebaran proposal permohonan dana Jasmas itu mengacu
dari data yang diberikan ke enam Anggota DPRD Surabaya pada terdakwa sesuai
dengan Daerah Pemilihannya (Dapil).

Untuk diketahui, Dalam kasus ini terdakwa Agus Setiawan
Tjong didakwa telah melanggar Pasal 2, 3 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) dan
telah dianggap merugikan keuangan negara sebesar Rp Rp 4.991.271.830,61,-
sebagaimana dalam audit BPK RI Nomor 64/LHP/XXI/09/2018 tertanggal 19 September
2018.

Terdakwa melalui ketua tim penasehat hukumnya yakni
Hermawan Benhard Manurung mengaku akan mengajukan eksepsi yang sedianya akan
dibacakan satu pekan mendatang.

Jurnalis : Samsul Arifin
Editor : Fajar

Penulis:

Baca Juga