Korupsi Dana Kapitasi Kadinkes Gresik di Tuntut 6 Tahun

Sidoarjo,Akuratnews.com
|

Agenda sidang pembacaan tuntutan terkait korupsi dana kapitasi dinas kesehatan
Kabupaten Gresik dengan terdakwa Nurul Dholam diselenggarakan diruang sidang
Sari Pengadilan Tipikor Surabaya, di jalan raya Juanda, Sidoarjo, Selasa
(26/2/2019).

Jaksa Penuntut Umum yang juga Kasi Pidsus Kejaksaan
Negeri (Kejari) Gresik, Andrie Dwi Subianto, saat membacakan tuntutan
menyampaikan, bahwa benar terhadap potongan dana Jasa Pelayanan (Jaspel) yang
berasal dari dana kapitasi sebesar 10% dan sudah terkumpul tahun 2016 dan tahun
2017 tersebut dipergunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan di Dinas Kesehatan
yang tidak tercaver oleh APBD Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Pembiayaan
kegiatan tersebut adalah Pemberian THR kepada pegawai Dinas Kesehatan di tahun
2016 dan tahun 2017, kegiatan pelatihan penyuluhan di Tretes, Family Gathering
di Batam dan Singapura, Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2016-2017,
Family Gathering di Phuket, Thailand tahun 2016, Studi Banding BLUD di Padang
Sumatra Barat tahun 2016, Studi Banding BLUD di Pekalongan tahun 2016, dan
pemberian insentif tahun baru untuk staf di Dinas Kesehatan.

Selain itu, lanjut Kasi Pidsus Andrie Dwi Subianto
menegaskan, dana potongan Jaspel tersebut oleh terdakwa juga diberikan pada
pihak-pihak yang lain diantaranya yaitu, Wakil Bupati Gresik (M. Qosim),
Sekertaris Daerah (Kng. Djoko S), Asisten I. II dan III Kab Gresik, Kepala BKD
Kab Gresik (Nadlin), Kepala DPPKAD (Yethy Suparyatidra), Jajaran staf di
DPPKAD, Komisi IV DPRD Kab Gresik, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ajudan Bupati
dan Wakil Bupati, Sekertaris Pribadi Bupati dan Wakil Bupati.

Sehingga atas perbuatan terdakwa tersebut, negara
mengalami kerugikan sebesar Rp. 2.454.369.746.41 (dua miliar empat ratus lima
puluh empat juta tiga ratus enam puluh sembilan ribu tujuh ratus empat puluh
enam rupiah koma empat puluh satu sen).

Supaya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang
memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan menjatuhkan pidana terhadap
terdakwa Muhamad Nurul Dholam atas kesalahanya dengan pidana penjara selama 6
tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, menjatuhkan pidana denda sebesar
Rp 1.000.000.000., (satu miliar rupiah) subsider selama 6 bulan. Serta
diwajibkan pada terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 2.454.000.000, (dua
miliar empat ratus lima puluh empat juta) dengan ketentuan apabila uang
pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu paling lama 1 bulan, maka harta
bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk membayar uang pengganti dan
jika terdakwa tidak memiliki harta benda maka dipidana penjara selama 1 tahun.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M. Nurul
Dholam dengan pidana penjara selama 6 tahun,"kata, Kasi Pidsus Andrie Dwi
Subianto dalam persidangan.

Selanjutnya, Jaksa juga menyatakan bahwa, terdakwa
telah menitipkan uang senilai Rp 500.000.000 (lima ratus juta) diperhitungkan
sebagai uang pengganti dan disetorkan ke kas negara.

Usai pembacaan tuntutan oleh Jaksa, Ketua Majelis Hakim
Wiwin Arodawanti SH. MH. mengatakan, apakah saudara terdakwa menerima atau
keberatan atas tuntutan Jaksa? Sambil memberikan kesempatan pada terdakwa untuk
berunding ke Penasihat Hukumnya, dan selanjutnya terdakwa menjawab pikir-pikir
yang mulia.

"Apakah saudara terdakwa menerima atau keberatan
atas tuntutan Jaksa,"tutup, Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti.

Penulis & Foto: Arief

Editor: Fajar

Penulis:

Baca Juga