KPAI: 55 Anak Meninggal Karena Vaksin Hoaks

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membantah kabar adanya 55 anak yang meninggal karena menjadi korban vaksin.

"Ini berita hoax, mohon kita semua dapat melakukan re-check terhadap informasi yang perlu diklarifikasi. Berhati-hati itu perlu," ujar Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/8/2018).

Ia menegaskan jika terkait masalah anak, pihaknya akan berupaya seoptimal mungkin menjaga agar hak-hak anak dapat diberikan sebaik mungkin sesuai prinsip Konvensi Hak Anak (KHA). Sitti menjelaskan pada 21 Februari 2018, KPAI memang menerima laporan dari masyarakat tentang adanya 46 kasus terkait masalah vaksin.

Namun, laporan tersebut tidak semuanya menyebutkan korban meninggal. Sebanyak 46 % korban yakni 21 orang yang dilaporkan meninggal.

"Itupun dengan penjelasan pelapor bahwa ada juga korban yang menderita leukimia dan beberapa penyakit keganasan lain. Jadi kalau jumlahnya menjadi 55 kasus, itu tidak benar," tegas Sitti.

Untuk penyelidikan kejadian ini, KPAI telah berkoordinasi dengan beberapa lembaga independen melakukan penelusuran berdasarkan informasi yang masuk tersebut. Sitti menerangkan data yang dilaporkan tersebar pada beberapa kota di Indonesia, sehingga diperlukan waktu untuk menyelidikinya.

Penyelidikan itu sendiri telah selesai awal Juli 2018 kemarin dan KPAI merencanakan dalam minggu ini akan ada pertemuan dengan perwakilan para orang tua pelapor, beserta komunitas yang concern pada kasus terkait vaksinasi.

"Prinsip penelitian yang dilakukan KPAI dalam hal ini dilakukan berdasarkan prinsip pendekatan metode ilmiah, sehingga hasilnya bisa dibuktikan secara ilmiah dengan memperhatikan aspek antara lain validitasnya," ungkap Sitti.

Dari hasil penelitian laporan tersebut, KPAI sudah mendapatkan kesimpulan tentang kejadian yang dilaporkan. "Namun dalam kesempatan ini, KPAI akan sampaikan lebih dulu hasil penelitiannya tersebut kepada para orang tua yang masih ingin mendapatkan penjelasan dari kejadian yang mereka alami," pungkas Sitti. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga