KPK Dituntut Tidak Loyo Pada Kasus Rasuah Ahok

JAKARTA,
akuratnews.com
– Dalam beberapa pekan terakhir, rencana bebasnya mantan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), memenuhi berbagai media
baik elektronik maupun cetak. Sejumlah kalangan berpandangan dari berbagai
macam sisi. Baik diharapkannya Ahok kembali ke kancah politik, hingga
pengusutan kasus-kasus Ahok yang hingga kini tidak ada ujung rimba
penyelesaiannya.

Terkait dengan kasus-kasus korupsi yang dinilai adanya
keterlibatan Ahok, saat menjadi Gubernur DKI, Presidium Persatuan Pergerakan
(PPP), menuntut bagaimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak “loyo”
dalam menuntaskan semua kasus rasuah yang diduga ada keterlibatan mantan Wakil
Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi), tersebut.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, mengatakan momen
Ahok keluar dari penjara setelah menjalani masa hukuman atas kasus penodaan
agama semestinya dimanfaatkan oleh KPK secara maksimal. Konkretnya KPK harus
berani memanggil Ahok untuk diperiksa.

"Jika KPK tidak berani usut Ahok. Kita jadi miris
ternyata KPK cuma urus yang kecil-kecil," tegasnya, Selasa (22/1).

Lebih lanjut aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menekankan,
KPK tak boleh "loyo" hanya karena Ahok pernah menjadi wakil gubernur
DKI Jakarta mendampingi Jokowi yang kini presiden.

Agus Raharjo Cs, menurut dia, hanya perlu yakin atas
bukti-bukti awal yang sudah dikantongi mereka untuk menetapkan Ahok sebagai
tersangka.

"Kasus RS Sumber waras sudah jelas audit BPK ada
kerugian negara Rp 190 miliar, lahan Cengkareng, reklamasi dan
lain-lain,"  paparnya.

Penulis:

Baca Juga