Kasus Dugaan Gratifikasi

KPK Kembali Tetapkan Status Tersangka Terhadap Rahmat Yasin

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan status tersangka terhadap mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin. Kali ini atas kasus dugaan gratifikasi.

Selain Rahmat Yasin, lembaga antirasuah itu juga menetapkan FX Yohan Yap dari pihak swasta, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor M Zairin, serta Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala sebagai tersangka.

Kasus yang menjerat pria yang baru sebulan bebas dari penjara itu merupakan pengembangan penyidikan terhadap kasus suap izin alih fungsi hutan di Kabupaten Bogor pada 2014.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, pihaknya menemukan masih adanya dugaan penerimaan diduga gratifikasi oleh Rahmat Yasin saat menjabat sebagai Bupati Bogor.

Dalam perkembangannya, KPK lantas membuka penyelidikan baru dari kasus yang bermula dari alih fungsi lahan itu.

“Setelah terdapat bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru dan menetapkan RY, Bupati Bogor periode 2009-2014 sebagai tersangka,” beber Febri, dalam konferensi pers di gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Febri menjelaskan, Rahmat Yasin diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor sebesar Rp8.931.326.223 yang digunakannya untuk biaya Pilkada 2013 dan Pileg 2014 lalu.

Selain gratifikasi berupa uang, KPK menduga Rahmat Yasin juga menerma gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, serta mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta.

Untuk diketahui, Rahmat Yasin sendiri baru sekitar sebulan bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung setelah menjalani hukuman 5,5 tahun penjara atas kasus alih fungsi lahan.

Atas perbuatannya Rahmat Yasin dijerat dengan Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 20012 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penulis: Redaksi

Baca Juga