KPK : Membantu Pelarian Setnov Diancam Pidana 12 Tahun Penjara

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada media. foto : Dhanny Krisnadhy / ANC

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa siapa saja yang berusaha melindungi, menyembunyikan dan membantu pelarian tersangka Setya Novanto akan diancam hukuman pidana selama 12 tahun, hal itu disampaikan setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu ditetapkan sebagai DPO kasus Mega Korupsi E- KTP oleh KPK. Kamis (17/11/17).

"Kami ingatkan juga pada pihak-pihak lain agar jangan sampai ada upaya untuk melindungi atau menyembunyikan karena ada risiko pidana terhadap perbuatan tersebut, seperti diatur di Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman pidana 3 sampai 12 tahun," kata juru bicara KPK Febri Adiansyah

Pasal dimaksud berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan disidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Dikatakannya, pada Rabu (15/11) malam, berbekal surat perintah penangkapan, tim penyidik KPK mendatangi rumah Setya Novanto , namun tersangka sudah buron, hingga akhirnya tim penyidik melakukan pencarian "PAPA" ke sejumlah lokasi.

"Setelah lakukan proses pencarian itu tentu segala informasi yang kami terima dilakukan kroscek ulang validitasnya, sampai akhirnya diputuskan setelah dibicarakan di internal KPK," jelas Febri.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tersangka Setya Novanto masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah tersangka menolak menyerahkan diri ke KPK, namun, pada Kamis (16/11) malam ternyata "PAPA" diketahui mengalami kecelakaan tunggal dikawasan Permata Hijau Jakarta, tidak jauh dari kediaman Surya Paloh saat menumpangi mobil Fortuner milik seorang kontributor televisi Swasta berinisial (HM) yang kerap terlihat digedung DPR.

Penulis:

Baca Juga