KPK Prioritaskan Penanganan Kasus e-KTP di Tahun Ini

Gedung KPK

Jakarta, Akuratnews.com - Pada tahun 2017 ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan fokus pada penanganan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Hal ini seperti ditegaskan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Ini adalah salah satu perkara yang memang kita jadikan prioritas yang penyelesaiannya semoga tuntas di 2017," kata Febri di Gedung KPK Selasa (17/1/2017).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, proyek pengadaan e-KTP yang berujung korupsi tersebut diindikasi mempunyai dampak negatif dalam‎ catatan kependudukan nasional. Sebab itu, lembaga antirasuah akan segera melimpahkan berkas para tersangka korupsi e-KTP ke persidangan.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, sambung Febri, sudah melakukan pemeriksaan terhadap 250 saksi. Dari ratusan saksi yang diperiksa, KPK memang belum mendapatkan pencerahan untuk menetapkan tersangka baru.

"Nanti kita lihat kalau memang ada bukti yang cukup kuat untuk bisa meningkatkan perkara itu ke penyidikan," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut lembaga antirasuah sudah menjerat dua orang tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri‎, Sugiharto.

Irman sendiri dikenakan Pasal 2 Ayat (2) subsider Ayat (3), Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan 64 Ayat (1) KUHP.

Sugiharto dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

KPK juga telah mengindikasikan bahwa ada keterlibatan pihak lain dalam‎ kasus korupsi e-KTP. Sehingga, sejumlah saksi penting akan dikorek keterangannya untuk mengungkap tersangka baru dalam kasus itu. (Agus)

Penulis:

Baca Juga