KPK Terima Pengembalian Uang dari Elite Golkar, Ini Kata Airlangga

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Rahmi/Akuratnews.com
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Rahmi/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, menanggapi perihal isu elite Golkar yang mengembalikan uang senilai Rp 700 juta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap PLTU Riau-1. Dimana dalam kasus tersebut, Kader Golkar Eni Saragih dan juga mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Idrus Marham telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Airlangga, kasus tersebut masih dalam proses dan ia akan menyerahkannya kepada KPK sebagai pihak yang berwenang menangani kasus tersebut.

"Sepenuhnya kita serahkan kepada KPK, proses masih berjalan. Itu juga terkait prosedur hukum yang berjalan," kata Airlangga di Aula DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (26/9/2018).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengakui, pihaknya telah menerima adanya pengembalian uang dari pengurus Golkar. Dia tidak menyebut siapa elite Golkar tersebut, namun ia membenarkan uang yang dikembalikan sejumlah Rp 700 juta.

Terkait pengembalian uang tersebut, Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily sependapat dengan Arilangga.

"Iya tadi pak Airlangga mengatakan sepenuhnya diserahkan ke KPK dan proses hukum yang berjalan," ujar dia.

"Kita belum ada sesuatu yang harus diklarifikasi terkait hal itu (pengembalian uang Rp 700 juta), kita tidak mau berandai-andai, jadi biar diserahkan ke KPK saja," sambungnya.

Lanjut dijelaskan Ace, partai Golkar juga tidak ingin ada sumber-sumber pendanaan yang masuk ke partai yang didirikan oleh Soeharto tersebut dengan status atau sumber yang tidak jelas ataupun melanggar aturan.

"Kita sudah menandatangani pakta integritas. Semua kader daerah dari Golkar juga sudah menandatangani di depan pimpinan KPK. Kita berkomitmen untuk menciptakan Golkar bersih," tukas dia. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga