KPPN Sinjai Salurkan Dana APBN Rp10,24 M, ini Peruntukannya

Kepala KPPN Sinjai, Anas Fazri. /Ashari/AKURATNEWS
Kepala KPPN Sinjai, Anas Fazri. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahap I untuk Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan telah disalurkan pada 28 April 2021 kemarin.

DAK Fisik tahap I yang besarnya Rp10,24 millyar itu, merupakan pertama kali di 2021 yang diperuntukkan pada empat bidang.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai, Anas Fazri, Jumat (30/4/2021).

Anas menjelaskan, secara keseluruhan di 2021, Kabupaten Sinjai menerima alokasi dana transfer dalam bentuk DAK Fisik dari Pemerintah Pusat sebesar Rp234,17 milyar dan terbagi dalam 10 bidang ke 21 subbidang.

Bidang yang disalurkan tahap I ini adalah bidang jalan, air minum, irigasi, dan pertanian.

Rincian penyalurannya diantaranya bidang jalan Rp4 milyar lebih, bidang air minum Rp1,1 milyar lebih, bidang irigasi Rp4,3 milyar lebih, dan bidang pertanian Rp670 juta.

Dengan penyaluran DAK Fisik saat ini, realisasi masih berada pada kisaran 4,37 persen dari total pagu DAK Fisik yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Sinjai.

Anas berharap, dengan awal penyaluran DAK Fisik ini dapat memicu bidang-bidang lainnya untuk segera melengkapi persyaratan penyaluran DAK Fisik.

Anas kemudian mengakui bahwa penyaluran DAK Fisik ke rekening Kas Umum Daerah sedikit lambat dibandingkan tahun lalu. Hal itu dikarenakan terdapat kendala teknis dalam pemenuhan dokumen persyaratan penyaluran DAK Fisik tahap I 2021.

Kendati demikian, OPD pengelola empat bidang DAK Fisik, Inspektorat, dan Badan Keuangan dan Aset Daerah patut diapresiasi, karena telah bersinergi dalam penyampaian dokumen persyaratan penyaluran DAK Fisik tahap I, sehingga bisa tersalurkan di penghujung bulan April dengan tetap mengedepankan akuntabilitasnya.

"Semoga tersalurkannya DAK Fisik yang bersumber dari APBN ini, dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh Pemkab guna mendukung pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada masa pandemi Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Ashari

Baca Juga