KPU Aceh Tamiang ‘Bergejolak’, Tiga Satuan TNI Turun Tangan

Aceh Tamiang, Akuratnews.com - Kondisi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Aceh Tamiang 'bergejoak' usai ditemukannya sebuah kotak mencurigakan yang dilaporkan seorang warga pada Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat.

Babinsa kemudian mendatangi TKP dan melakukan clear area, serta melaporkan hal ini kepada atasannya.

Tak lama pasukan Jihandak datang ke TKP dan mendeteksi adanya bahan peledak. Guna pengamanan dan olah TKP, barang mencurigakan tersebut dibawa untuk dimusnahkan.

Sementara itu seluruh pasukan serta instansi terkait sudah berada di kedudukan masing-masing. Kemudian Babinsa melaksanakan patroli keamanan untuk mengecek kesiapan baik di TPS kantor Desa dan di wilayah sekitarnya.

Saat pendistribusian kotak suara dari kantor KPU ke kantor desa, Babinsa melaksanakan dan pengecekan kelengkapan dari logistic pemilu, kemudian kotak suara didistribusikan ke TPS.

Saat masyarakat antusias melaksanakan pencoblosan berlangsung kegiatan tersebut terjadi keributan, ada beberapa warga yang tidak terdaftar dalam DPT membuat kericuhan, karena merasa hak pilihnya dicabut. Namun hal ini dapat ditenangkan Babinsa dan diarahkan untuk kembali agar tidak mengganggu jalannya kegiatan tersebut.

Pada saat penghitungan suara, ada beberapa warga yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara, hingga menimbulkan kegaduhan. Pasukan bantuan disiagakan pasukan melaksanakan pengamanan secara persuasif dengan arahan.

Petugas TPS dengan pengawalan mengevakuasi kotak suara menuju ke KPU. Dalam perjalanan menuju KPU sekelompok massa melakukan penghadangan kotak suara.

Tim pemukul bergerak membantu pengamanan kotak suara, melaksanakan penangkapan terhadap dua orang warga pelaku penghadangan dan mengamankan kotak suara sampai ke KPU.

Lalu sekelompok massa yang berjumlah sekitar 15 orang pergi menuju ke kantor KPU untuk meggelar demo atas hasil suara yang mereka anggap penghitungannya tidak sah, dan tidak memuaskan bagi kelompok mereka.

Babinsa melaksanakan penyekatan terhadap kelompok tersebut. Dan tak lama berselang waktu, kelompok tersebut tetap bersikeras untuk tetap melaksanakan demo. Atas laporan Babinsa dan pantauan Intelijen, pasukan disiagakan di sekitar kantor KPU untuk melaksanakan pengamanan.

Massa semakin bertambah atas provokasi dari oknum warga, pasukan pun siaga dan berusaha menghambat warga.

Kelompok semakin anarkis dengan membakar ban dan melempari pasukan. Pasukan gabungan dari tiga kesatuan yakni Personel Kodim 0104/Atim, Kodim 0117/Atam dan Yonif Raider Khusus 111/KB Brigif 25/Siwah melaksanakan penanganan pengamanan.

Water Cannon diaktifkan, dan dalam pelaksanaan penanganan menimbulkan korban cedera. Massa semakin brutal dan bringas melempari pasukan dengan batu, air, dan juga kayu, maka pasukan pemukul diterjunkan untuk membubarkan massa dengan membentuk formasi paruh lembing untuk melaksanakan tindakan dan tim kesehatan melakukan evakuasi korban.

Pasukan pemukul pun maju membubarkan massa. Pasukan ini juga bertindak menangkap provokator, serta melaksanakan pengendalian situasi.

Walau situasi terlihat genting, namun Anda jangan khawatir karena ini hanyalah Simulasi Penanggulangan Huru Hara Pemilu 2019 yang digelar oleh gabungan Kodim 0104/Atim, 0117/Atam dan Yonif Raider Khusus 111/KB Brigif 25/Siwah di Lapangan Belakang Pendopo Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (10/2). (Iqbal)

Penulis:

Baca Juga