KPU : Media Sosial Mempengaruhi Dinamika Pilkada

Jakarta, Akuratnews.com -  Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Juri Ardiantoro menaruh perhatian lebih pada media sosial saat ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 di 101 titik daerah Indonesia.

Pasalnya, dinamika dalam media sosial berpotensi menganggu pelaksanaan Pilkada. Khususnya Pilkada DKI Jakarta. Belum lagi  jika yang dikirimkan ke  media sosial berisi informasi yang tidak benar dan menimbulkan propaganda.

"Mengenai media sosial jadi perhatian. Karena mempengaruhi dinamika pilkada di daerah. Semacam menjadi hangat. Karena banyak informasi media sosial tidak benar," kata Juri ditemui di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/17).

Juri menegaskan, faktor keamanan merupakan faktor  utama yang harus  diselesaikan sebelum jelang hari pencoblosan pada 15 Februari 2017 nanti.

Berdasarkan laporan yang diterima KPU, antisipasi keamanan belum menyentuh level daerah karna terlalu fokus pada Pilkada DKI Jakarta.

"Kami menekankan keamanan. Laporan daerah pasca keamanan jadi laporan teman daerah. Karena konsentrasi di pusat, keamanan daerah jadi tidak tercover," keluhnya.

Ia menegaskan , dalam pelaksanaan Pilkada serentak nanti. KPU tidak hanya  berkerja sama kepada polisi dan TNI saja untuk mengantisipasi keamanan. KPU juga telah mengajak rekan dari partai politik, bersama menjaga suasana Pilkada serentak.

"Teman parpol kita harapkan, calon yang diusung diharapkan, bisa mengontrol supaya mendukung kelancaran pilkada serentak 2017," pungkasnya. (Fajar)

Penulis:

Baca Juga