Kredit Bank BTN Tumbuh Di Atas Rata-rata Industri

Direktur Utama Bank BTN, Maryono dan Jajaran saat menggelar konferensi pers di Menara Bank BTN, Kamis (25/10/2018).
Direktur Utama Bank BTN, Maryono dan Jajaran saat menggelar konferensi pers di Menara Bank BTN, Kamis (25/10/2018).

Jakarta, Akuratnees.com - Tren kenaikan suku bunga kredit tidak menekan pertumbuhan kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Per 30 September 2018, Bank yang telah berusia 68 tahun tersebut mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19.28 persen secara tahunan (year on year/ yoy).

Pertumbuhan kredit ini didorong kenaikan KPR Subsidi, karena Bank BTN telah resmi mendapat kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Angka penumbuhan kredit tersebut di atas rata-rata industri perbankan per Agustus lalu yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 12.12%.

Bank BTN berhasil mengucurkan kredit senilai Rp 220.07 triliun per triwulan Ill 2018, naik dibandingkan triwulan Ill tahun 2017 yang hanya sebesar Rp.184.501 triliun.

“FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit bagi Bank BTN Iebih tinggi dan untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kami intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah daerah agar penyerapan FLPP tepat sasaran," kata Direktur Utama Bank BTN. Maryono saat jumpa pers di Menara Bank BTN. Jakarta, Kamis (20/10/2018).

KPR Subsidi yang memegang porsi 54.35 persen dari total KPR perseroan memang melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi. Secara keseluruhan KPR hanya tumbuh sebesar 21.81 persen yoy atau sebesar Rp 163.61 triliun. Pencapaian tersebut Iebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 134,31 triliun.

"Sementara KPR Subsidi melejit sebesar 30.11 persen yoy atau menjadi sebesar Rp 88,92 triliun Iebih baik dibandingkan triwulan Ill/2017 yang mencapai Rp 68,34 triliun sedangkan KPR non Subsidi tumbuh sebesar 13.22% yoy menjadi Rp 74,69 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 65,97 triliun," ungkapnya.

Sementara sektor kredit konstruksi perumahan, lanjut Maryono, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17.41 persen yoy atau sebesar Rp 28,45 triliun Iebih tinggi dibandingkan triwulan III/2017 yang mencapai Rp 24.23 triliun yang mengalir bagi para pengembang perumahan.

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi Bank BTN dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah semakin besar yaitu mencapai 574.444 unit rumah. "Dengan nilai Rp 54,93 triliun per September 2018. Dari pencapaian tersebut sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR
Subsidi sementara sisanya dengan KPR Non Subsidi," jelasnya.

Sementara untuk kredit non perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,50 persen yoy menjadi Rp 19,67 triliun dibandingkan triwulan III tahun lalu yang mencapai Rp 17,33 triliun. Adapun kontribusi terbesar dari segmen kredit non perumahan adalah kredit komersial yang mengalir Rp15.05 triliun sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp 4,6 triliun.

"Kami terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat memiliki hunian idaman. diantaranya baru-baru ini kami merilis KPR Gaeesss yang menyasar generasi milenial dan melakukan pilot project KPR Mikro dengan skema ABCG (Academy-BusinessCommunity dan Government) bagi MBR untuk mengejar target pertumbuhan kredit di kisaran 19-20 persen tahun ini," katanya

Laju pertumbuhan kredit yang kencang juga didukung oleh pengendalian rasio kredit macet yang prima. Non Peforming Loan (NPL) Bank BTN berhasil ditekan menjadi 2.65 persen per September 2018. angka tersebut Iebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,07 persen.

Dengan memoles NPL, laba perseroan berhasil dikerek sebesar 11.51 persen yoy menjadi sebesar Rp 2,236 triliun Iebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2 triliun.
Pertumbuhan laba BTN disokong penumbuhan pendapatan bunga be
rsih yang tercatat mencapai Rp 7.54 triliun atau naik 15.29 persen dibandingkan triwulan III/2017 yang hanya sebesar Rp 6.54 triliun.

Pendapatan bunga bersih tetap terjaga karena Net Interest Margin (NIM) tetap tumbuh sebesar 4.35 persen. Pertumbuhan laba dan kredit mendongkrak aset Bank BTN menjadi sebesar Rp 272,3 triliun atau tumbuh 17,41 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 231,93 triliun. (Yan)

Penulis:

Baca Juga