Kredit Melemah, Dunia Usaha Belum Pulih

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Jakarta, Akuratnews.com - Bank Indonesia menyoroti pertumbuhan fungsi intermediasi perbankan masih rendah. Padahal likuditas di perbankan lebih dari cukup.

Sisi permintaan yang masih lemah karena aktivitas ekonomi, termasuk dunia usaha, belum kembali normal akibat dari pandemi Covid-19.

"Dunia usaha belum pulih betul dan dari sisi permintaan kredit masih lemah," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/10/2020).

Perry mengatakan, selama pandemi ini, BI telah menerapkan sejumlah kebijakan moneter dan makroprudensial yang longgar.

Sepanjang kuartal III/2020, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4 persen. Sementara sejak awal 2020, BI telah memangkas suku bunga acuan hingga 200 bps.

Namun demikian, kredit perbankan masih tercatat rendah. Dalam laporan Uang Beredar, BI mencatat pertumbuhan kredit terkontraksi sebesar minus 0,4 persen secara tahunan (yoy) pada September 2020.

Jika dirincikan, penyaluran kredit korporasi tercatat negatif 0,7 persen pada September tahun ini, sedangkan kredit perorangan melambat menjadi 0,7 persen, dari bulan sebelumnya sebesar 1 persen.

Penulis: Redaksi

Baca Juga