Krisis Ekonomi Menghantui, Kombatan Apresiasi Langkah yang Diambil Presiden Jokowi

Ketua Umum DPN Komunitas Banteng Asli Nasional (Kombatan), Budi Mulyawan.

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam menghadapi wabah, dengan krisis ekonomi menghantui, diperlukan keseriusan pemerintah dan segenap elemen masyarakat untuk memasuki fase "Normal Baru” dan menghindar dari krisis. Presiden Jokowi telah menyatakan, siap dengan langkah langkah extra ordinery.

Dalam melaksanakan langkah langkah ekstra tersebut Presiden Jokowi diantaranya telah membubarkan 18 lembaga yang dianggap sudah tidak efektif lagi, Presiden Jokowi juga telah menunjuk Menteri BUMN (Erick Tohir) sebagai Kordinator Satgas Pemulihan Ekonomi, yang sekaligus membuktikan, bahwa Indonesia sedang menghadapi ambang Krisis Ekonomi.

Terkait hal tersebut, DPN KOMBATAN mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh Presiden Jokowi. Tetapi, DPN KOMBATAN memandang perlu langkah yang telah diambil Presiden tersebut, haruslah dioptimalkan, dengan penyempurnaan personalia yang duduk atau ditunjuk oleh Presiden haruslah mereka yang berkompeten dibidangnya, serta belum mempunyai beban tugas yang berat (menumpuk).

"Erick Tohir, mungkin dari aspek kompentensi, sangat mumpuni, tapi yang bersangkutan sekarang sedang memangku tugas dan beban yang tak kalah berat sebagai Menteri BUMN. Dengan tugas tersebut saja, belum tentu dapat diemban dengan baik oleh beliau, atau sebaliknya, dengan dengan mengganti Menteri BUMN dengan yang lain, agar Erik Tohir lebih fokus dan sukses mengemban tugas barunya. Masih banyak anak bangsa lainnya yang mumpuni" kata Ketua Umum DPN Kombatan, Budi Mulyawan SH dalam keterangan pers yang diterim Redaksi, Selasa (28/7/2020).

Budi menambahkan, mengingat wabah virus covid 19 adalah wabah global (dunia) dan kian hari terkesan tidak terkendali, apalagi pada saat ini wabah tersebut telah menembus lebih 100.000 kasus, "Maka DPN KOMBATAN berpandangan, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu focus menangani percepatan penuntasan wabah virus covid 19 (akar masalah) dengan mengoptimalkan tugas dan fungsi Gugus Tugas di semua lini, dengan mengedepankan pelaksanaan protocol kesehatan yang sangat ketat dan masiv di semua tempat dengan melibatkan maksimal semua unsur masyarakat, terutama aparat (TNI, POLRI dan Satpol PP), sehingga penyebaran virus covid 19 dapat diminimalisir" ucap Budi.

"Yang terjadi saat ini adalah wabah virus covid 19, sedangkan krisis ekonomi adalah ekses dari wabah tersebut. Cara pandang dan penanganannya jangan di bolak balik. Fokus pada “Akar Masalah” (penanganan wabah) nya dulu dan tuntaskan, baru penanganan krisis ekonomi menyertai. Hal ini harus ditempuh, agar krisis ekonomi yang dialami warga bangsa tidak berlarut larut (berkepanjangan) dan dapat segera diatasi, dengan menuntaskan terlebih dahulu akar masalahnya. Jangan Takut dengan Resesi..!!!" tambahnya.

Budi menerangkan, Pemerintah telah menyiapkan anggaran yang sangat besar, dalam penanganan wabah dan krisis ini, tetapi dengan anggaran sebesar apapun akan sia sia bila cara penanganan akar masalahnya tidak tepat, terlebih masih sangat dirasakan bahwa sebagian besar Pembantu Presiden belum satu perasaan dengan Presiden nya, yang acapkali mengingatkan kita dalam situasi Krisis dan butuh penghematan serta efektifitas anggaran.

Hal tersebut tampak kasat mata, dibeberapa kementerian yang seolah tidak peduli dengan kondisi bangsa yang sedang dilanda wabah, seperti Kementerian Pertahanan, yang akan melakukan pembelian Alutista dengan anggaran yang sangat besar. Padahal dalam waktu dekat, pemerintah membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk membeli dan memproduksi anti virus yang tidak sedikit, sebagai jurus pamungkas penanganan Pandemi tersebut.

"Dalam menghadapi persoalan bangsa yang sedang dilanda wabah ini, dibutuhkan kearifan kita semua dan kepemimpinan nasional yang kuat. Untuk itu, DPN KOMBATAN sebagai Ormas berbasis Nasionalis yang memiliki andil tidak sedikit dalam pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019, Kami merasa terpanggil untuk urun rembuk pemikiran dan gerakan dalam penuntasan wabah covid 19 juga Resesi yang tidak bias kita hindari dari Bumi Nusantara tercinta ini" pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga