KT&G Sangsang Univ. Indonesia Edukasikan Pentingnya Vaksin Covid-19 di Kalangan Muda

Jakarta, Akuratnews.com - Edukasi pentingnya vaksin dan pencegahan Covid-19 terus diberikan pada publik. Salah satunya diakukan KT&G Sangsang Univ. Indonesia melalui program Sangsang Volunteer secara virtual.

Diharapkan, dengan adanya edukasi dan sosialisasi vaksin serta pencegahan penularan Covid-19 ini, masyarakat, terutama anak muda, lebih peduli dengan menerapkan protokol kesehatan 3M. Edukasi ini juga diharapkan dapat menjawab kekhawatiran terhadap vaksin Covid-19 itu sendiri.

Edukasi vaksin dalam gelaran ini diberikan perwakilan tenaga medis dari Rumah Sakit Harapan Jayakarta dan Rumah Sakit Medistra.

Menurut Dokter Medical Check Up (MCU) Rumah Sakit Medistra, dr. Indrayati Handojo, ada beberapa proses yang dilalui penerima vaksin yakni proses screening. Proses ini nantinya akan menjadi penentu apakah seseorang bisa mendapatkan vaksin atau tidak.

"Ketika kita jadi penerima vaksin, itu belum tentu bisa langsung disuntik. Kita harus cek dulu bagaimana kondisi penerima. Kalau ada kriteria yang belum memungkinkan, biasanya kami minta untuk tunggu, barangkali kondisinya membaik. Supaya ketika dicek lagi kondisi tubuhnya bisa disuntik," ujar Indrayati yang menjadi pembicara edukasi virtual, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Harapan Jayakarta, dr. Jatu Sarasanti, MARS mengatakan, program vaksin dilakukan untuk dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah serta memutuskan rantai penularan Covid-19 sebanyak 65 persen.

Meski demikian, baik Indrayati maupun Jatu sama-sama menganjurkan masyarakat khususnya orang yang sudah menerima vaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M. Sebab, untuk mengakhiri pandemi Covid-19, semua kalangan perlu mendapatkan vaksin dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Mendapat vaksin lebih dulu, Irene Rosebud Admi Hermes, tenaga non medis di Rumah Sakit Husada, menceritakan pengalamannya menjadi penerima vaksin tahap pertama.

“Jujur, saat itu aku merasa deg-degan karena vaksin ini kan benda asing yang akan masuk ke tubuhku. Bersyukurnya efek samping yang aku rasakan cuma pegal dan rasa kantuk. Tapi setelahnya sudah baik-baik saja,” ungkap Irene.

Antusiasme juga disampaikan Galih Dwinanda Ramdhani Sudrajat, ketua Sangsang Volunteer di kegiatan volunteer KT&G Sangsang Univ Indonesia.

“Seneng banget Indonesia saat ini memiliki program vaksinasi. Vaksin memberikan semangat dan harapan baru bagi banyak orang untuk dapat beraktivitas seperti semula,” ujar mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Bandung ini.

Dengan tagline #Aku Muda, Aku Dukung Vaksinasi, Sangsang Volunteer dan Sangsang Friends memberikan dukungan untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah.

Tidak hanya memberikan edukasi dan sosialisasi vaksin, KT&G Sangsang Univ Indonesia juga memberikan donasi berupa masker KF94, hand sanitizer, dan juga sarung tangan medis masing-masing senilai Rp5 juta.

Donasi ini diberikan kepada tenaga medis dari Rumah Sakit Medistra dan Rumah Sakit Harapan Jayakarta.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga