Kuasa Hukum Arinal – Nunik Ancam Gugat Balik Penebar Fitnah

Bandar Lampung, Akuratnews.com – Menindaklanjuti keinginan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Lampung yang akan membuka posko pengaduan fitnah terhadap calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi–Chusnunia (Nunik).

Pihak kuasa hukum kedua pasangan, mengancam akan melaporkan warga ataupun pihak yang memainkan hukum dengan cara menebar fitnah secara terstruktur, sistematis, dan masif.

"Kami akan laporkan bila ada warga yang memberikan keterangan palsu dalam proses laporan ke Bawaslu Lampung," kata Mellisa Anggraini, kuasa hukum Paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia, kepada awak media, Senin (02/07/18).

Mellisa mengatakan bahwa banyaknya intimidasi di berbagai kabupaten untuk mengakui menerima uang dari paslon tiga, membuat aparat penegak hukum hendaknya jeli dan awas terhadap perilaku yang melawan hukum.

“Hal ini akan menimbulkan ekses buruk Pilgub yang saat ini telah berjalan aman, lancar dan kondusif," katanya.

Mellisa mengingatkan kepada siapapun pelapor untuk tidak dimanfaatkan pihak tertentu dengan melakukan pelapor dan memberikan keterangan palsu yang justru dapat berbalik membahayakan prilaku pelapor secara hukum.

"Janganlah pelapor atau saksi menjadi korban akibat memberikan keterangan palsu. Jangan sampai Gakkumdu membenarkan bila warga ataupun pihak memberikan keterangan palsu," katanya.

Menurut Mellisa banyak keanehan yang terjadi di lapangan terhadap saksi yang ada dengan misalnya melakukan pemanggilan terhadap saksi yang justru diketahui sudah meninggal dunia.

"Jadi jangan berbuat diluar aturan hukum. Orang meninggal sampai harus dipolitisir dijadikan saksi, itu kan kasihan," katanya.

Mellisa menambahkan bahwa tim hukum Arinal - Nunik tidak akan tinggal diam dan siap melaporkan balik pihak yang memberikan keterangan palsu.

"Kita tidak akan tidak tinggal diam dengan upaya-upaya yang menjatuhkan klien kami dengan laporan dan pemberian keterangan palsu dari mereka hingga adanya pemaksaan dan intimidasi," katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa dalam Pilkada Serentak 2018 lalu, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei diantara, SMRC, Charta Politika, Cyrus Network (CN) menempatkan pasangan calon Arinal Djunaidi-Chusnunia memenangkan Pemilihan Gubernur Lampung 2018.

Pasangan nomor urut tiga yang diusung Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra ini mengungguli pesaingnya yakni Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman Hasanusi-Sutono dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Buntut kemenangan Arinal – Nunik, sejumlah LSM berunjukrasa menuding pasangan tersebut melakukan politik uang sehingga memenangkan Pilkada.

Atas tuduhan itu, pihak Arinal – Nunik mengancam mengadukan balik pihak yang membuat pelaporan tersebut. (Red)

Penulis:

Baca Juga